Beranda Hukum Persiapan penerapan aturan klasifikasi SIM C sudah mencapai 80 persen.

Persiapan penerapan aturan klasifikasi SIM C sudah mencapai 80 persen.

Jakarta (ANTARA) – Jajaran Korlantas Polri terus mematangkan persiapan pemberlakuan aturan klasifikasi SIM Kategori C untuk kendaraan bermotor, sesuai target Agustus 2021 yang saat ini sudah rampung 80 persen.

Menanggapi imbauan ANTARA di Jakarta, Arif Budiman, Kepala Subdirektorat Standar Pengemudi Korlantas Polri AKBP, mengatakan sisa 20 persen kegiatan persiapan ditujukan untuk memastikan daerah siap menerapkan aturan baru.

“Faktanya 80 persen persiapan sudah selesai, 80 persen persiapan teknis sudah selesai, dan tinggal 20 persen lagi untuk memastikan daerah siap menerapkan aturan baru,” kata Arif.

Aturan klasifikasi SIM C diatur dalam Peraturan Polisi (Pepol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Labeling Kartu SIM yang diundangkan pada Februari 2021.

Sesuai dengan tujuan program, sejak SK diumumkan, setelah sosialisasi selama enam bulan, pelaksanaan SK tersebut mulai berlaku pada Agustus 2021.

Korlantas Polri, kata Arif, membawa aturan tersebut ke publik dan menyiapkan segala sesuatu, infrastruktur dan software untuk mendukung aturan klasifikasi SIM.

“Memang betul target kita Agustus 2021 sudah kita siapkan semuanya, sudah kita sosialisasikan, aplikasinya juga sudah siap, kemudian sebagian infrastruktur yang ada dikirim ke Polda, makanya kita berani targetkan implementasi pada Agustus tahun ini. ,” kata Arief.

Namun, lanjut Arif, akibat kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dalam keadaan darurat (PPKM), Corlantas saat ini fokus membantu memerangi pandemi COVID-19 melalui PPKM darurat.

Kondisi ini, menurut Arif, mengganggu fokus persiapan pemberlakuan aturan klasifikasi SIM C. Dengan fokus memfasilitasi pelaksanaan PPKM dalam situasi darurat, Korlantas menyiapkan pelatihan dan distribusi infrastruktur klasifikasi. SIM di daerah.

“Kalau target kita tetap Agustus, kalau tidak ada PPKM darurat, kita masih optimis Agustus akan dilaksanakan, tapi kalau tidak, kita tunda karena aturan baru punya waktu untuk mempersiapkan sampai semuanya siap,” kata Arif.

Arif menjelaskan, tahap awal penerapan klasifikasi SIM berlaku untuk SIM C1. Seperti pada Pepol#5 tahun 2021, dijelaskan klasifikasi SIM untuk kendaraan bermotor berkisar dari SIM C (kendaraan roda dua 250 sentimeter kubik / sentimeter kubik (CC) hingga SIM C1 untuk kendaraan dengan volume 250-500 kubik). sentimeter, dan SIM C2 untuk kendaraan di atas 500 cc

Sementara SIM D ditujukan untuk pengendara sepeda motor penyandang disabilitas, upgrade ke SIM D1 bertepatan dengan upgrade ke pemegang SIM A (kendaraan roda empat).

Pada tahap awal implementasi, ini mengacu pada klasifikasi SIM C pada SIM C1 dalam setahun, pengguna SIM C1 akan bisa mengurus SIM C2 atau pada 2022.

“Pengenalan kartu SIM D dan D1 ‘no problem’ (tidak masalah), semuanya sudah siap. Untuk SIM C yang dipasarkan Agustus lalu ada SIM C1 karena butuh SIM C1 selama setahun untuk mendapatkan SIM C2. jadi maksudnya promosi,” kata Arif.

Arief menambahkan kebijakan klasifikasi SIM C dan SIM D (Disabilitas) hilir untuk melindungi masyarakat di lalu lintas jalan raya. Klasifikasi SIM C mengatur kompetensi pengguna kendaraan bermotor berdasarkan kapasitas CC kendaraan bermotor yang digunakan. Karena setiap sepeda motor memiliki kapasitas beban yang berbeda-beda, maka diharapkan pengendara memiliki keterampilan (kompetensi) sesuai dengan jenis sepeda motornya.

Misalnya, pengguna SIM C untuk kendaraan berkapasitas maksimal 250 cc. Cm membutuhkan kompetensi yang cukup untuk mengendarai sepeda motor “besar” dengan volume 1.900 cc.

Artikel sebelumyaKejaksaan CMO Sumsel bakar puluhan uang palsu dan narkoba
Artikel berikutnyaMahfoud: Pengesahan UU Otsus Papua untuk Kepentingan Rakyat Papua