Beranda Hukum Penyidik ​​Kejaksaan Tinggi Sumsel Tunda Pemeriksaan Saksi Marwa Miach

Penyidik ​​Kejaksaan Tinggi Sumsel Tunda Pemeriksaan Saksi Marwa Miach

Penyidikan ditunda oleh penyidik ​​karena sakit yang bersangkutan.

Sumatera Selatan (ANTARA) – Penyidik ​​Kejaksaan Tinggi Sumsel (Kejati Sumsel) menunda pemeriksaan terhadap Marwa M. Diah sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya di Palembang.

“Penyidikan ditunda penyidik ​​karena yang bersangkutan saat itu kesakitan,” kata Haidirman, Kepala Bagian Penerangan Hukum Kejaksaan Negeri Sumsel, di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, awalnya penyidik ​​meminta Marw M. Diah hadir sebagai saksi pada Jumat (1/10), bersama tiga saksi lainnya, guna melengkapi berkas perkara dugaan korupsi di Masjid Sriwijaya.

Dalam agenda tersebut disebutkan bahwa Marwa M Diah merupakan mantan ketua Yayasan Wakaf Masjid Agung Sriwijaya yang mendapat hibah dari Pemprov Sumsel untuk membangun masjid senilai Rp 130 miliar.

Namun, sejak mendapat konfirmasi ketidakhadirannya, penyidik ​​hanya memeriksa tiga saksi yang hadir, yakni Agustinus Tony (mantan bagian anggaran BPCAD Sumsel), Loka Sangganegara (project leader/tim leader PT Indah Karya di Pembina Masjid Kota Sriwijaya) dan Ahmad Najib (mantan Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Agung Sriwijaya).

“Harapannya dalam waktu dekat saksi sudah bisa hadir dalam pemanggilan penyidik. Dia menyampaikan apa yang dia tahu dia lihat tentang pembangunan masjid ini, ”katanya.

Sejauh ini, tiga orang saksi (Agustinus Tony, Loka Sanganegara dan Ahmad Najib) telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas IA Pacjo Palembang karena menemukan barang bukti.

Dalam kasus ini, mereka diduga merugikan negara sebesar Rp 113 miliar dari total hibah Rp 130 miliar untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 3 tambahan jo Pasal 18 Nr. 20/2001 juncto bagian (1) Pasal 55 KUHP ke-1.

Artikel sebelumyaTerorisme Poso: Narapidana bersumpah cinta NKRI
Artikel berikutnyaPolisi Gresica Mengungkap Praktik Suntik Pemutih Ilegal