Beranda News Pengamat: Perombakan kabinet akan mempengaruhi peta koalisi untuk 2024

Pengamat: Perombakan kabinet akan mempengaruhi peta koalisi untuk 2024

Jember, Jawa Timur (ANTARA). Komentator politik Universitas Jember (Unezh) Hermanto Rohman mengatakan perombakan kabinet akan mempengaruhi peta koalisi 2024, itulah sebabnya banyak pihak percaya pergantian menteri terkait dengan nuansa politik pemilu 2024.

“Salah satu figur yang diangkat itu adalah dari partai politik, Zulkifli Hasan, yang omong-omong ketua PAN, salah satu partai yang mendeklarasikan koalisi persatuan Indonesia dengan Golkar dan PPP,” katanya di Jember. Kabupaten, Jawa Timur. Minggu.

Menteri yang terkena dampak perombakan kabinet adalah Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang digantikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kemudian Menteri Pertanian dan Penataan Ruang (ART) Sofyan Jalil digantikan mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Beberapa alasan mengemuka saat Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kementerian, terkait dengan kerja kabinet, banyak permasalahan yang belakangan ini mengemuka di kementerian, seperti kasus korupsi, ketidakmampuan mengendalikan harga sembako, bahkan masalah dari mafia tanah.

“Namun, ada pula yang mengaitkan perombakan personel di pemerintahan dengan nuansa politik 2024, yang akan mempengaruhi peta politik 2024,” ujar dosen Unezh FISIP.

Sebelum perombakan kabinet, lanjutnya, genderang politik 2024 mulai digebuk dengan manuver Partai Golkar, PAN dan PPP yang mengumumkan pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan tiket di atas kertas cukup banyak. koalisi untuk mengangkut calon presiden (capres).

“Masalahnya koalisi sulit mewakili tokoh kader dari tiga parpol yang tendensi elektoralnya mumpuni, sehingga jelas peta capres yang akan diusung koalisi masih cair,” ujarnya.

Kondisi tersebut menurutnya sangat memungkinkan posisi Presiden Joko Widodo sebagai pembuat raja koalisi dan memaksimalkannya, sehingga Zulkifli Hasan direkrut sebagai menteri kabinet.

Ia melanjutkan, di dalam Koalisi Indonesia Bersatu, kepentingan Partai Golkar menjadi ancaman sekaligus hambatan, salah satunya antisipasi pengaruh kelompok Yusuf Kalla yang arah politiknya ditafsirkan berpihak pada Anis Baswedan. .

“Oleh karena itu, bisa jadi pergantian Sofyan Jalil yang ditunjuk sebagai anak buah Yusuf Kalla di kabinet, menjadi sinyal bagi Jokowi untuk memutus peran dan pengaruh Yusuf Kalla untuk berkiprah sebagai pemimpin. pembuat raja,” dia berkata.

Hermanto menjelaskan, beberapa faktor tersebut menunjukkan bahwa reshuffle kabinet membuat politik semakin dinamis dan memunculkan manuver-manuver pimpinan partai menjelang peta politik 2024.

“Namun, itu belum final, karena pemilu masih jauh dan dinamika politik masih mungkin berubah menjelang pemilu 2024,” kata pakar politik dan kebijakan publik itu.

Artikulli paraprakAirlangga Hartarto Minta AMPI Kalahkan Golkar di Pilkada 2024
Artikulli tjetërAMPI Dukung Airlanga Hartarto Sebagai Capres