Beranda Hukum Penerapan ganjil genap efektif menekan mobilitas kendaraan di Puncak

Penerapan ganjil genap efektif menekan mobilitas kendaraan di Puncak

Cianjur (ANTARA) – Aplikasi operasi ganjil genap di jalur Puncak-Cianjur Jawa Barat efektif membatasi mobilitas kendaraan terutama dari luar kota ke berbagai destinasi wisata dan tempat kunjungan lainnya di Cianjur, kata Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermavan.

“Kami akan mengevaluasi kembali penerapan jalur ganjil genap pada jalur Punchak-Chianzhur karena cukup efektif untuk menekan mobilitas kendaraan, terutama di kawasan Punchak-Chipanas yang rawan kemacetan total,” kata Doni. Chianzhur, Minggu.

Dijelaskannya, memasuki minggu kedua pengenalan ganjil genap di jalur utama Puncak, tidak ada antrian panjang kendaraan seperti yang terjadi di kawasan hukum Bogor yang berkelok-kelok. Volume kendaraan saat akhir pekan sibuk tidak tinggi, hanya di beberapa tempat rawan kecepatan kendaraan berfluktuasi.

Namun, baru setelah terjadi kemacetan total, setelah rekayasa arus dilakukan, titik-titik dengan kemungkinan pergerakan tinggi, seperti Jalan Raya Pachet, dari Pasecon hingga Khanjavar, mulai kembali normal. Namun, pada sore hari, jumlah kendaraan tampak meningkat ke arah Bogor karena tempat wisata di kota ditutup dan kelompoknya meminta untuk menerapkan kembali sistem tersebut.

<< Tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan permohonan paritas genap dan ganjil, karena dalam dua minggu terakhir tidak terjadi kemacetan total di jalur Punchak. Kami akan mengkoordinasikan tindakan kami dengan pihak berwenang dan Pemerintah Kabupaten Chianzhur. Angka genap dan ganjil efektif untuk mengatasi jumlah mobil yang banyak di akhir pekan,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Tsianzhur Herman Suherman mengatakan, penerapan ganjil genap di jalur Punchak sangat efektif menekan jumlah kendaraan dari luar kota. Untuk kelompoknya setuju dengan polisi Qianjur, dalam kaitannya dengan ganjil-genap, bahkan jika di masa depan Qianjur naik ke level 1. “Kami percaya bahwa ganjil genap dapat diterapkan kembali untuk sementara karena secara efektif menekan mobilitas kendaraan pengunjung di Qianzhur. Setelah pengumuman nihil kasus, kami akan menerapkan rezim normal kembali,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPasca gempa berkekuatan 5,3 titik, warga Agam mengungsi dari rumahnya.
Artikel berikutnyaLongsor di Bogor, BNPB Kirim Mobil Satelit dan Pemetaan Cepat