Beranda Warganet Pemfokusan kembali APBN tidak mempengaruhi program prioritas, kata Nadiem.

Pemfokusan kembali APBN tidak mempengaruhi program prioritas, kata Nadiem.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan. reorientasi anggaran tidak mempengaruhi program prioritas kementerian.

Memfokuskan kembali Kemendikbudristek APBN berdampak pada penurunan fee, pemenuhan anggaran, perjalanan dan target kinerja; tetapi reorientasi tidak mempengaruhi prioritas utama Kemendikbud yaitu pembiayaan pendidikan yang sangat diperlukan di masa pandemi,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Mendikbud juga memberikan contoh program yang tidak tercakup. reorientasi Anggaran misalnya, Program Indonesia Pintar (PIP) masih tersedia untuk 17,9 juta mahasiswa dengan anggaran Rp 9,6 triliun, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk perkuliahan untuk 1,1 juta mahasiswa dengan anggaran Rp 9,4 triliun.

Selain itu, beasiswa Bukti Pendidikan (ADik) untuk 7.382 siswa dengan anggaran Rp 139 miliar juga tidak terpengaruh. Beasiswa ADik adalah beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pelajar asal Papua dan Papua Barat, daerah khusus atau perbatasan, daerah terpencil dan tertinggal (3T), dan anak pekerja migran Indonesia (TKI); Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengupayakan berbagai manfaat bagi 364.573 guru dengan anggaran sebesar Rs 7,3 triliun agar mereka tetap aman. reorientasi anggaran.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Senin (16/7) dalam sambutannya tentang RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022. Pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan investasi di bidang pendidikan, antara lain: mendukung perluasan program beasiswa.

Mendikbud menggarisbawahi prioritas Kemendikbud yakni memprioritaskan pembiayaan pendidikan yang paling dibutuhkan siswa, pendidik, dan orang tua di masa pandemi agar berdampak pada beberapa program. reorientasi anggaran.

“Tentu kami sangat miris melihat beberapa program yang dihadirkan dengan semangat gotong royong itu disinggung.” reorientasiKemendikbudristek memperjuangkan anggarannya semaksimal mungkin dan akan terus mengakselerasi program-program tersebut,” ujar Nadiem.

Beberapa contoh program yang terpengaruh reorientasi Program Organisasi Energizing memiliki target tetap 20.438 orang, tetapi anggaran telah dikurangi dari Rs 320,4 miliar menjadi Rs 209,4 miliar; Program Insentif Guru bertujuan untuk memotong dari 36.769 menjadi 29.269, dengan anggaran turun dari Rs 689,68 miliar menjadi Rs 551,85 miliar; Target pendampingan guru motivasi sekolah turun dari 61.000 menjadi 23.145, dan anggaran turun dari Rs 389,3 miliar menjadi Rs 247,7 miliar.

Kemudian anggaran untuk lembaga pendidikan yang aman direncanakan diturunkan dari 1.530 menjadi 1.290 lembaga, sedangkan anggaran akan diturunkan dari 152,1 miliar menjadi 115,9 miliar rupiah; dan target pengembangan budaya pedesaan dikurangi dari 359 menjadi 270 desa, dan anggaran dipotong dari 36,9 miliar menjadi 27 miliar rupee.

Mendikbud menjelaskan, reorientasi anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui empat tahapan berdasarkan surat dari Menteri Keuangan. Tahap pertama adalah penyesuaian anggaran untuk mendukung kuota data Internet sebesar Rp 2,52 triliun yang dibiayai alokasi Rp 500 miliar dari Kementerian Pendidikan dan Teknologi dan Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN) 2,02 triliun Tahap kedua Rp 271,58 miliar, tahap ketiga Rp 2,157 triliun dan tahap keempat Rp 1,181 triliun.

Artikel sebelumyaGiuliari dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dengan perampasan hak politik
Artikel berikutnyaAceh mulai memperkenalkan populasi vaksin COVID-19 merek Moderna