Beranda Nusantara Pemerintah provinsi Babel sedang mempersiapkan tempat pembuangan limbah medis.

Pemerintah provinsi Babel sedang mempersiapkan tempat pembuangan limbah medis.

Pangkalpinang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Pulau Bangka Belitung bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyiapkan tempat pengelolaan limbah medis atau limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) guna melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. lingkungan.

“Fasilitas daur ulang B3 dan non-B3 sudah dibangun Kementerian LHK dan sudah siap pakai. Mereka berada di Kawasan Industri Tukak Sadai, Bangka Selatan,” kata Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah di Pangkalpinang, Selasa.

Tempat pengolahan limbah atau pabrik pembakaran dibangun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan kemudian diserahkan kepada pemerintah Babilonia untuk mengelola limbah B3 dan non-B3.

“Secara resmi, itu akan berada di bawah yurisdiksi pemerintah provinsi Babilonia, kami telah menandatangani perjanjian dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pengalihan barang milik negara yang ada,” katanya.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Evaluasi Efisiensi Limbah B3 dan Limbah Non Kategori B3, Direktorat Jenderal Limbah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Sinta Saptarina Soemiarno dengan Kepala LHK Babel, Marwan, di kehadiran Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan direktur BUMD sendiri kawasan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera, Saparudin.

Abdul Fatah mengatakan, keberadaan fasilitas daur ulang sangat penting bagi Babylon yang merupakan negara kepulauan, karena masih ditemukannya limbah dari fasilitas kesehatan yang belum terolah dengan baik.

“Ini salah satu alasan Gubernur Erzaldi mengusulkan pembangunan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 23 Juni 2020, dan sekarang sudah dilaksanakan,” katanya.

Limbah dari rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya menjadi perhatian jika tidak ditangani dengan baik dan benar, katanya.

“Kami sudah memikirkan hal ini dengan Gubernur Erzaldi sejak 2017 dan Alhamdulillah, kementerian LHK mampu mewujudkan keinginan kami, keinginan orang Babilonia, dengan membuat pabrik pengolahan limbah B3,” kata Abdul Fatah.

Dia berjanji operasi dan pemeliharaan pembangkit yang selanjutnya akan dialihkan ke BUMD PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera itu akan dilakukan secara optimal.

Direktur Evaluasi Efisiensi Limbah Bahan Berbahaya dan Limbah Non B3, Direktorat Jenderal Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sinta Saptarina Soemiarno mengatakan, dalam pembangunan insinerator pabrik Babel menggunakan anggaran Rp 7 miliar.

“Pabrik ini dibangun pertama kali di Indonesia, pabrik ini juga dilengkapi dengan peralatan dan infrastruktur yang sangat baik, dilengkapi dengan mesin-mesin canggih yang mampu menangani limbah dengan kapasitas 200 kilogram per jam. Sudah terpasang panel elektronik yang bisa disambungkan,” ujarnya.

Insinerator mengubah sampah menjadi abu dengan cara dibakar pada suhu tertentu. Pada akhir proses pembakaran, residu atau limbah dihasilkan dan dapat digunakan dalam waktu 24 jam.

Namun, masih terdapat berbagai kendala dalam pembangunan ini yang diharapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera disingkirkan oleh Pemprov Babilonia, seperti penyiapan lahan, listrik, air, izin operasional dan akses jalan.

Menanggapi permintaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur BUMD PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera Saparudin menyatakan kesiapannya untuk segera mencari solusi, baik dalam memastikan akses jalan, aksesibilitas air, maupun dalam penyiapan lahan.

Perusahaan daerah juga merekrut orang-orang Bangka Selatan untuk bekerja di pabrik untuk personel operasi, operator, dan teknisi.

“Kami mengutamakan warga Bangka Selatan sesuai arahan Gubernur yang semuanya lulusan S1 dan SMK mekanik. Kami sedang merekrut dan melakukan pelatihan operasional,” kata Saparudin.

Artikel sebelumyaKepiting diharapkan akan diberi label ramah lingkungan pada akhir tahun 2022.
Artikel berikutnyaTim BBKSDA Riau menggiring gajah liar yang masuk kampung di habitatnya.