Beranda Warganet Pemerintah membuka 6 bandara-PLBN sejalan dengan pelonggaran pencegahan COVID-19.

Pemerintah membuka 6 bandara-PLBN sejalan dengan pelonggaran pencegahan COVID-19.

prinsip kehati-hatian akan terus dihormati

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah membuka enam bandara internasional untuk posko lintas batas (PLBN) sejalan dengan pelonggaran tindakan pencegahan COVID-19 yang berlaku efektif Rabu.

Juru Bicara Pemerintah COVID-19 Profesor Viku Adisasmito menjelaskan dalam konferensi pers online di Jakarta, Rabu, enam bandara internasional tersebut adalah: Sultan Iskandar Muda di Aceh, Minangkabau di Sumatera Barat, Sultan Mahmud Badarudin 2 di Sumatera Selatan, Adi Sumarmo di Jawa, Tengah , Syamsudin Nur di Kalimantan Selatan dan Sultan Aji Muhammad Suleiman Sepinggan di Kalimantan Timur.

“Hal ini dilakukan untuk mendukung kerja program haji yang akan dibuka mulai 4 Juni hingga 15 Agustus 2022,” katanya.

Selain itu juga dibuka posko lintas batas (PLBN) yaitu: Nanga Badau di Kalimantan Barat, Motamasin dan Vini di Nusa Tenggara Timur, Skou dan Sota di Papua.

“Selain menyesuaikan protokol kesehatan selama perjalanan domestik dan internasional, disarankan untuk tidak berbicara satu atau dua arah di telepon atau langsung di jalan di semua moda transportasi,” kata Vicu.

Menurut dia, dengan mempertimbangkan relaksasi, jarak yang diberikan protokol kesehatan akan semakin berkurang. Sehingga diperlukan upaya untuk menghindari kemungkinan penularan semaksimal mungkin, termasuk berdiam diri agar tidak menyebarkan droplet di tempat-tempat tertutup di dalam kendaraan.

“Meski sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya melonggarkan, prinsip kehati-hatian tetap harus dijunjung,” lanjutnya.

Wiku meminta masyarakat untuk dapat mempercayai aturan, mematuhinya, dan selalu tetap waspada, waspada dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang akan datang di masa depan.

Artikulli paraprakDi akhir masa jabatannya, Wali Kota Jayapura menyerahkan 15 unit rumah layak huni.
Artikulli tjetërPTPN V tingkatkan angka melek huruf di daerah terpencil