Beranda Warganet Pasien COVID-19 di Babel berkurang 146 menjadi 1216 orang

Pasien COVID-19 di Babel berkurang 146 menjadi 1216 orang

Alhamdulillah, pasien COVID-19 sembuh lebih cepat dari infeksi baru manusia dengan virus corona ini

Pangkalpinang (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung mengatakan jumlah pasien aktif turun 146 orang, sehingga jumlah orang yang terpapar virus corona yang masih diisolasi menjadi 1.216 orang.

“Hari ini, 146 orang telah pulih dari COVID-19, sehingga jumlah pasien yang masih dalam isolasi turun menjadi 1.216,” kata Micron Antarixa, sekretaris gugus tugas COVID-19 provinsi Babilonia, di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, berdasarkan data terakhir, pasien sembuh dari COVID-19 sebanyak 146 orang yang tersebar di kota Pangkalpinang 30, Bangka 23, Bangka Tengah 24, Bangka Barat 5, Bangka Selatan 28, Belitung 8, dan Belitung Timur 28 orang. .

Sementara itu, 1.216 pasien aktif COVID-19 masih menjalani karantina di rumah sakit khusus, isolasi terpusat dan isolasi mandiri di kota Pangkalpinang 260, Bangka 295, Bangka Tengah 171, Bangka Barat 78, Bangka Selatan 106, Belitung 82 dan Belitung Tyr. 224. orang.

“Alhamdulillah, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 lebih tinggi dibandingkan kasus baru infeksi virus corona pada manusia,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini terdapat 51 kasus tambahan penyebaran virus corona di Pangkalpinang 7, Bangka 7, Bangka Tengah 4, Bangka Barat 1, Bangka2 Selatan, Belitung 8 dan Belitung Timur 23 orang.

“Hari ini hanya ada satu pasien meninggal akibat COVID-19 yang berada di Bangk Barat karena pasien tersebut memiliki penyakit bawaan dan usia lanjut,” katanya.

Berkurangnya jumlah orang yang terpapar virus corona tidak terlepas dari kerja keras pemerintah daerah, Satgas dan masyarakat untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, ujarnya.

“Saat ini Satgas Vaksin, Satgas Isotherm, Satgas Oksigen, dan Satgas Silaco terus meningkatkan upaya menekan kasus baru dan pasien meninggal akibat virus corona,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPilihan untuk model pemilihan paralel perlu dipikirkan kembali
Artikel berikutnyaBioplastik Singkong Solusi Bantu Mahasiswa UB Singkirkan Limbah Popok Bayi