Beranda Nusantara Pasar Bawah, Bukittinggi, Sumatera Barat terbakar untuk ketiga kalinya.

Pasar Bawah, Bukittinggi, Sumatera Barat terbakar untuk ketiga kalinya.

Sekitar 25 kios milik pedagang terbakar, informasi sejauh ini api berasal dari tiga titik yang terbakar bersamaan, ini mencurigakan,

Bukittinggi, (ANTARA) – Kebakaran kembali terjadi di Pasar Bawah, Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, Rabu ketiga kalinya pada 2021, dengan 25 kios hangus terbakar.

Puluhan kios yang menjual FMCG, aksesoris dan peralatan dapur ditemukan terbakar pada Rabu (24/11) sekitar pukul 00:45 WIB.

“Ada sekitar 25 kios milik pedagang yang hangus terbakar, informasi sementara api berasal dari tiga titik yang terbakar bersamaan, itu mencurigakan,” kata Wali Kota Bukittinggi Erman Safar di Bukittinggi, Rabu.

Walikota menyayangkan kebakaran yang segera terjadi di Pasar Bawah Bukittinggi.

“Kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban yaitu para pedagang yang sedang berjuang untuk menjalani kehidupan sehari-harinya, segera dilakukan relokasi, dimulai dengan pendataan seluruh pedagang,” kata Erman Satar.

Sekretaris Pemadam Kebakaran Bukittinggi Susilo mengatakan kebakaran terjadi tepat di sebelah jembatan gantung Pasar Bavah di kota Bukittinggi.

“Kerugian awal ditaksir Rp 625 juta dan ada 12 unit armada yang melakukan proses pemadaman,” kata Susilo.

Petugas pemadam kebakaran yang memadamkan api terdiri dari tiga petugas pemadam kebakaran dari Agam, satu petugas pemadam kebakaran dari Padang Panjang, satu petugas pemadam kebakaran dari Payakumbuh dan tujuh dari Bukittinggi.

“Totalnya 54 orang, terdiri dari Bukittinggi 22 orang, Agam 16 orang, Padang Panjang 10 orang, dan Payakumbuh 6 orang,” katanya.

Saat ini kelompok Inafis sedang melakukan pemeriksaan di TKP yang disegel oleh polisi, dari informasi awal dilaporkan bahwa satu orang ditangkap oleh polisi sehubungan dengan kebakaran ini.

Awal tahun ini, kebakaran Pasar Bawah terjadi dua kali: kebakaran Los Mako pada Sabtu (9 November) dan berikutnya di Surau Gongjong-Aur-Tajungkang pada Selasa (16 November).

Artikel sebelumyaDekan FISIP Unri Tidak Dinonaktifkan Dalam Kasus Pelecehan
Artikel berikutnyaMahkamah Konstitusi mengklarifikasi bahwa permohonan Benny K. Harman tidak dianggap sebagai ahli.