Beranda Hukum Para ahli berharap pidato presiden menyoroti manfaat hukum bagi masyarakat

Para ahli berharap pidato presiden menyoroti manfaat hukum bagi masyarakat

Jakarta (ANTARA) – Pakar hukum pidana Profesor Romli Atmasasmita berharap pidato publik Presiden Joko Widodo (Jokovi) ini menegaskan bahwa hukum Indonesia harus bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Untuk menegaskan dalam pidato Presiden bahwa hukum Indonesia harus memiliki ciri khas Indonesia, itu tidak hanya bertujuan untuk kepastian hukum yang adil,” kata Profesor Romley saat dihubungi di Jakarta, Sabtu menanggapi harapannya di bidang hukum untuk dialihkan … dalam pidato Presiden pada 16 Agustus 2021.

Namun menurutnya dapat juga bermanfaat bagi bangsa dan negara, dan menurutnya tujuan utama hukum di Indonesia adalah untuk menjamin perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Selain itu, ia berharap presiden juga dapat menekankan bahwa supremasi hukum di Indonesia bergantung pada kekuatan ideologi Panchashil di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Harapan selanjutnya, kata dia, juga perlunya pemikiran Panchasil dalam program legislasi nasional (Prolegnas) yang mampu menemukan inovasi hukum yang sejalan dengan pengembangan nilai-nilai keadilan dalam masyarakat, termasuk perlindungan terhadap hak asasi manusia. hak asasi manusia yang adil. …

Selain itu, menurut dia, juga sebanding dengan keadaan dan situasi di tanah air di tengah proses globalisasi, yang selain berdampak positif, juga harus mampu mengantisipasi dampak negatif yang menggerogoti kesejahteraan nasional.

Sebelumnya, Ketua Republik Rakyat Mongolia Ingushetia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memastikan Presiden Djokovi hadir pada sidang tahunan Republik Rakyat Mongolia Ingushetia pada 16 Agustus untuk menyampaikan pidato kenegaraan tentang kegiatan lembaga negara di memenuhi tanggung jawab dan wewenangnya selama satu tahun terakhir.

“Presiden Joko Widodo telah memastikan akan hadir secara fisik pada sidang tahunan MPR RI,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo usai bertemu dengan Presiden Jokovi di Istana Bogor dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (13 Agustus).

Dalam pertemuan itu, kata Bamset, Presiden Jokovi menyepakati pelaksanaan sidang tahunan MPR RI harus sederhana, efisien dan efisien sehingga tidak memakan waktu terlalu lama.

Artikel sebelumyaJalur pejalan kaki tertutup Gede-Pangrango telah diperpanjang.
Artikel berikutnyaKapolri minta optimalkan pos pemeriksaan kabupaten/kota di Babel