Beranda News Panglima TNI Pastikan Percepatan Vaksinasi Adalah Syarat "lokasi" LB

Panglima TNI Pastikan Percepatan Vaksinasi Adalah Syarat "lokasi" LB

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan percepatan vaksinasi menjadi syarat lima kabupaten/kota menjadi lokasi Pekan Olahraga Nasional Papua (PON) XX.

“Untuk mencapai kekebalan yang optimal, diperlukan dua vaksin, yang merupakan keharusan bagi pemirsa. lokasi PON,” kata Panglima TNI saat memimpin rapat dengan Forkopimda se-Provinsi Papua untuk pengembangan introduksi vaksin di kawasan fasilitas PON XX, yang berlangsung di Jayapura, Rabu.

Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Paul Listjo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen Ganip Varsito mengatakan, pendorong utama keberhasilan PON XX Papua bukan hanya keberhasilan prestasi dan kegiatan. tetapi juga sukses dalam memerangi penularan COVID-19, karena ribuan orang mengikuti event akbar nasional ini, jadi harus mempersiapkan diri dengan matang.

“PON XX Papua merupakan ajang yang sangat menantang, tidak hanya dari segi keamanan pertandingan, tetapi juga dari segi ancaman pandemi COVID-19,” ujarnya dalam siaran pers.

Meski saat ini tren penurunan kasus positif COVID-19 di hampir seluruh Indonesia, termasuk 34 provinsi, tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Untuk mempercepat, kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), pemerintah pusat memprioritaskan distribusi vaksin dan dukungan tambahan untuk vaksinator dan relawan TNI-Polri.

“Ini bertujuan agar 25% penonton bisa menyaksikan PON XX secara langsung. tempat di masing-masing kabupaten/kota, dengan syarat vaksin 2 dosis dan aplikasi PeduliLindung digunakan,” jelasnya.

Menurut Marsekal Hadi, pemerintah daerah sebagai sektor unggulan Memerangi pandemi dan mempersiapkan PON XX, tentunya harus mengintensifkan upaya memeranginya dengan memberdayakan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan vaksinasi COVID-19 dan PON XX akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Papua.

“Langkah penanganan yang perlu segera dilaksanakan adalah dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker. Kemudian perkuat 3T (pengujian, pelacakan, perawatan) untuk menekan angka penularan dan menyiapkan isoterm (isolasi terpusat) bagi orang-orang yang isomania (isolasi diri) untuk dipantau dan mendapat pelayanan medis yang berkualitas,” jelasnya.

Panglima TNI juga mengingatkan, dalam rangka percepatan vaksinasi pemerintah daerah bersama instansi terkait TNI-Polri, BNPB, Kemenkes harus meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama dalam pengelolaan vaksinasi agar masyarakat Papua sehat dan tidak mengalami gejala berat saat terinfeksi COVID-19.

Artikel sebelumyaBPN memiliki aplikasi bernama LoketKu untuk mempermudah penanganan berkas tanah
Artikel berikutnyaTito mengusulkan nol persen daerah yang sangat miskin untuk mendapatkan insentif