Beranda News Panglima TNI mengatakan evakuasi WNI dari Afghanistan tidak mudah

Panglima TNI mengatakan evakuasi WNI dari Afghanistan tidak mudah

Alhamdulillah, misi evakuasi pagi ini dari Kabul ke Indonesia berjalan lancar sesuai rencana.

Jakarta (ANTARA). Operasi pemulangan atau evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai di Kabul bukanlah tugas yang mudah mengingat situasi yang berubah dan berkembang di lapangan, kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Namun, tim evakuasi yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil memulangkan 26 warga negara Indonesia ke negara itu, serta dua warga negara Afghanistan dan lima warga negara Filipina. , Sabtu dini hari.

“Syukur, WL Pagi ini misi evakuasi dari Kabul ke Indonesia bisa terlaksana sesuai rencana,” kata Panglima TNI Hadi Tiajanto dalam jumpa pers usai menyaksikan pendaratan pesawat TNI AU yang membawa puluhan WNI dari Afghanistan di Halima. Bandara Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Panglima TNI yang berdiri di samping Menlu Retno Marsudi menuturkan banyak tantangan yang dihadapi tim evakuasi selama operasi berlangsung.

Oleh karena itu, dia berterima kasih kepada pihak-pihak atas dukungan dan doanya, sehingga operasi evakuasi WNI berhasil dilakukan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia atas keberhasilan misi evakuasi WNI di Kabul yang tidak mudah karena banyaknya tantangan yang kami hadapi di lapangan, dinamika yang kami hadapi. Namun, semuanya dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama kementerian dan departemen, sehingga operasi ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” kata Panglima TNI.

Ia juga mengatakan, seluruh awak pesawat yang bertugas memulangkan WNI saat ini sedang diperiksa di ruang khusus awak pesawat.

Penumpang lainnya dalam penerbangan juga langsung mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah memutuskan menggunakan pesawat militer untuk memulangkan puluhan WNI ke Afghanistan guna menjamin keselamatan WNI, kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsoudi dalam konferensi pers yang sama.

Pesawat TNI AU itu lepas landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada 18 Agustus 2021 sekira pukul 06.00 WIB. Rute yang ditempuh pesawat menuju Kabul, Afghanistan adalah Jakarta, Aceh, Kolombo di Sri Lanka, Karachi di Pakistan, Islamabad di Pakistan dan Kabul yaitu di bandara Hamid Karzai di Afghanistan.

Menlu RI menjelaskan kesulitan yang dihadapi tim evakuasi dalam mendapatkan izin lalu lintas udara dan pendaratan di Bandara Hamid Karzai di Kabul.

Izin pendaratan dikeluarkan pada 19 Agustus 2021 pukul 04:10, tetapi izin itu dicabut oleh otoritas setempat karena situasi yang tidak menguntungkan.

Landing clearance juga diberikan otoritas Kabul pada dini hari 20 Agustus, dan pesawat TNI AU mendarat di Bandara Hamid Karzai pada pukul 05.17 waktu setempat.

Proses evakuasi semula direncanakan memakan waktu 30 menit, namun operasinya memakan waktu dua jam, kata Retno Marsudi.

Pesawat TNI AU itu mengikuti rute yang sama hingga akhirnya tiba di Bandara Halim Perdanakusum Jakarta sekitar pukul 03:30 WIB, Sabtu.

Artikel sebelumyaB.K. DNRD Solok merekomendasikan untuk mencopot Dodi Hendra dari jabatan ketua DNRD
Artikel berikutnyaMenhub: izin mendaratkan pesawat TNI AU di Afghanistan ditunda