Beranda News Panglima TNI langsung cek kembali vaksinasi di Bantul

Panglima TNI langsung cek kembali vaksinasi di Bantul

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal Udara Hadi Tyajanto pada Sabtu kembali meninjau pengenalan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Pangdam beberapa kali melakukan pengecekan vaksinasi di Bantul dalam beberapa bulan terakhir untuk mendukung pemerintah daerah dalam memerangi pandemi COVID-19.

Dalam acara ini, Panglima TNI bersama pegawai Kabaharkam Polri Komjen Paul Arif Sulistyanto menjajaki setiap tahapan vaksinasi COVID-19 di JEC Bantul.

Setidaknya 4.200 orang divaksinasi di JEC Bantul setiap hari. Sasaran vaksinasi adalah masyarakat umum, termasuk mahasiswa, pelajar, pemuda dan orang tua (lansia).

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI juga mengucapkan terima kasih kepada para tenaga medis yang bertugas sebagai pemberi vaksin.

“Terima kasih kepada para profesional kesehatan yang bersemangat melakukan pekerjaan mereka, tanpa lelah,” katanya kepada spesialis vaksinasi.

Setelah mempelajari vaksinasi secara langsung, Hadi dan rombongan juga melihat vaksinasi virtual di beberapa kabupaten di Yogyakarta.

Di Universitas Gadja Mada, Sleman, vaksinasi massal menargetkan 3.000 orang per hari, sedangkan SMP 1 Wonosari, Gunung Kidul menargetkan 1.600 orang.

Sejak awal pandemi COVID-19, Panglima TNI rutin melakukan perjalanan ke daerah-daerah, terutama yang berada di zona merah atau yang masih banyak konfirmasi positif, untuk memantau secara langsung pengenalan vaksinasi dan 3T di daerah tersebut.

3T merupakan program screening, tracking, dan treatment yang menjadi program utama COVID-19.

Bulan lalu di Kulon Progo dan Gunung Kidul, Panglima TNI juga meninjau pelaksanaan vaksinasi, pelacakan dan kesiapsiagaan untuk isolasi terpusat.

Isolasi terpusat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memantau pasien COVID-19 yang bebas gejala dan gejala ringan guna mencegah risiko kematian, menurut Panglima TNI.

Pasalnya, pasien Covid-19 yang diisolasi secara terpusat akan mendapat perawatan dan pengobatan dari tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, Panglima TNI beberapa kali, termasuk di Kulon Progo dan Gunung Kidul, pekan lalu meminta warga terdampak COVID-19 menjalani perawatan di bangsal isolasi terpusat, daripada menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Artikel sebelumyaPanglima TNI Pertimbangkan Vaksinasi Di Manado
Artikel berikutnyaPDA mengklarifikasi unduhan melalui akun di jejaring sosial Budhi Sarvono