Beranda News Panglima TNI bertemu dengan tenaga medis di Wisma Atlet dalam rangka HUT...

Panglima TNI bertemu dengan tenaga medis di Wisma Atlet dalam rangka HUT RI ke-76.

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal Udara Hadi Tjahjanto bertemu dengan para tenaga medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa, untuk memberikan semangat dan dukungan kepada mereka selama pelaksanaan Pilkada ke-76. hari jadi Republik Indonesia.

“Mereka saling membantu dengan saling membantu mengatasi komunitas saudara-saudara kita yang terpapar COVID-19 di RS Darurat Corona Kemayoran, antara lain RS Nagrak, Pasar Rumput, TNI dan Polri,” ujarnya. Panglima, demikian keterangan tertulis yang diterima Selasa di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabovo, Kepala BNPB Letjen Ganip Varsito dan Pangdam Jaya Mayjen Mule Aji menyampaikan rasa bangga kepada tenaga medis atas dedikasinya dalam memerangi COVID. -19 pasien selama pandemi.

“Paramedis bersedia meluangkan waktu mereka untuk membantu program vaksinasi dari desa ke pantai,” kata komandan.

“Mereka mendistribusikan paket kesehatan, paket bantuan sosial, beras dan sembako, termasuk dapur lapangan yang dilengkapi,” kata Panglima memuji kerja prajurit dan sukarelawan di Rumah Sakit Olahraga Kemayoran.

Kemudian Pangdam menyampaikan bahwa mengatasi pandemi membutuhkan kerjasama semua lembaga dan kelompok masyarakat.

“Berkat semangat kerjasama antara TNI, Polri, kementerian, lembaga, Kementerian Kesehatan, BNPB dan pemerintah daerah, organisasi masyarakat dari berbagai pelosok tanah air, sekarang kasus yang dikonfirmasi mulai menurun,” tambahnya.

Puncak kasus terkonfirmasi positif tercatat pada 15 Juli 2021 – 56.757, namun pada Senin (16 Agustus), jumlah kasus positif mulai turun menjadi 17.384, kata Pangdam.

Sementara itu, jumlah kasus terkonfirmasi di DKI Jakarta sebanyak 14.622 pada 12 Juli 2021 dan turun menjadi 513 pada 16 Agustus 2021. Puncak Riset Wisma Atlet pada 30 Juli dengan 7.167 pasien dan BOR (Tingkat Ketenagakerjaan tempat tidur rumah sakit (red. ) mencapai 97 persen. Saat ini RSDC merawat 1.503 pasien, dan BOR-nya 19,04 persen,” jelas Panglima.

Meski terjadi penurunan “BOR” menjadi 31,8 persen, persentase kasus positif (tingkat positif) masih 15,95 persen. “Angka ini harus dipantau oleh semua pihak,” kata Panglima.

“Ini tampaknya merupakan bagian dari upaya dan kerja keras para tenaga medis dan non medis, prajurit TNI dan Polri, BNPB, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian kepada negara dan seluruh rakyat Indonesia. …

Hadi mengatakan, salah satu langkah yang membantu menekan jumlah kasus positif adalah tracking (pelacakan), yang dilakukan secara masal oleh TNI dan Polri, serta para relawan.

Tak hanya itu, anggota TNI dan Polri juga turut membantu merawat pasien di ruang isolasi terpusat dan posko PPKM.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan kebanggaan. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh prajurit TNI, Polri, tenaga medis dan non medis, BNPB, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil yang telah bekerja tanpa lelah,” kata Panglima TNI di Wisma Atlet RSDC Kemayoran.

Artikel sebelumyaKPA dan mahasiswa di Aceh menanam 1000 pohon selama kemerdekaan Indonesia
Artikel berikutnyaWarga perbatasan mengibarkan bendera sepanjang 168 meter di atap Rumah Betang