Beranda Hukum Panglima TNI berharap 3 juta warga Jakarta Timur divaksinasi COVID-19

Panglima TNI berharap 3 juta warga Jakarta Timur divaksinasi COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto berharap upaya vaksinasi di wilayah Jakarta Timur terus dilakukan sehingga 3 juta orang di wilayah tersebut akan divaksinasi COVID-19 untuk membangun herd immunity.

Harapan itu diungkapkan Panglima TNI saat berdialog dengan Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar saat meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren Al Hamidi, Chilangkap, Jakarta Timur, dengan Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo, Minggu.

“Mudah-mudahan di sini bisa divaksinasi sampai 3 juta orang dan permasalahan yang ada bisa dikoordinasikan dengan Dandim dan Kapolri,” kata Panglim dalam keterangan tertulis.

Pangdam mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk melakukan vaksinasi terhadap COVID-19.

Menurut Pangdam, orang yang divaksin adalah pahlawan kesehatan, melindungi orang lain dari penyebaran COVID-19.

“Bapak dan Ibu, kalian adalah pahlawan kesehatan karena mereka ingin divaksinasi dan memakai masker, artinya mereka siap melindungi masyarakat,” kata Pangdam.

Saat berdialog dengan Wali Kota Jakarta Timur dan pengurus pondok pesantren Al-Hamid, K.H. Lukman Hakim, Panglima TNI mengatakan, vaksinasi perlu dikoordinasikan dengan Kodim, Polres dan Puskesmas, termasuk walikota.

“Terus lakukan vaksinasi ini setiap hari,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Jakarta Timur, Kia’i dan para pendidik di Pondok Pesantren Al-Hamid yang telah melakukan kampanye vaksinasi di pondok pesantren ini.

“Kalau saja bisa dilakukan setiap hari di tempat ini, karena tempatnya lebih bagus dan lebih luas,” perintah komandan.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto dan Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo meninjau Posko PPKM Mikro di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/4/2021) (ANTARA/HO-Puspen TNI)

Review PPKM Kota Bekasi

Panglima TNI dan Kapolri melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali dan Razia Vaksinasi Nasional di lokasi terpilih di wilayah Jakarta dan Bekasi.

Dalam kunjungannya ke Bekasi, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada para tenaga medis atas kerja kerasnya dalam memvaksinasi penduduk meski berisiko tinggi terhadap penularan COVID-19.

“Saya mengapresiasi para tenaga kesehatan dan empat pilar yang benar-benar tidak bosan-bosannya mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat agar masyarakat bebas dari COVID-19,” kata Pangdam.

Panglima TNI mengatakan, di masa pandemi COVID-19, tenaga kesehatan ibarat ksatria negara karena berada di garda terdepan melawan COVID-19.

“Bahwa ayah dan ibu tenaga medis adalah ksatria negara, melindungi penduduk dari ancaman COVID-19,” kata Pangdam.

Menurut Pangdam, dalam memerangi pandemi COVID-19, selain vaksinasi, ada dua langkah, yakni pengenalan PPKM mikro di tingkat daerah.

Pangdam menilai pelaksanaan PPKM mikro di Kota Bekasi sudah berjalan dengan baik mengingat kebutuhan akan obat-obatan.

“Namun, mesin tetap memantau pelaksanaan close contact tracing, dimulai dengan pengujian dan pengobatan di wilayah khususnya PPKM mikro berbasis RT dan RW,” kata Pangdam.

Selain itu, Panglima TNI menjelaskan bahwa pengenalan vaksinasi akhirnya mendapatkan strategi yang baik dimana penerima vaksin harus tiba di lokasi tertentu yang ditentukan oleh walikota.

Masyarakat hanya perlu divaksinasi agar bisa mendapatkan sekitar 25.000 vaksin dalam waktu satu setengah jam, karena screening dilakukan di kelurahan kemudian dilakukan smear, termasuk pengisian formulir.

“Ini sangat baik untuk mempercepat laju vaksinasi, dan kami sangat berharap sudah ada herd immunity pada Agustus 2021,” katanya.

Pada saat yang sama, Panglima TNI berbicara dengan petugas PPKM Desa Mikro Pondok Gede dan mengatakan bahwa tingkat pemulihan sudah mulai membaik.

Komandan mengatakan kepada petugas PPKM Mikro bahwa dengan PPKM dan vaksinasi yang tepat, tujuan kekebalan kelompok dapat tercapai.

Menurut Panglima TNI, angka kesembuhan di Wisma Atlet setiap harinya mencapai 800 orang, kemudian jumlah pasien yang dirawat menurun.

“Artinya kerja keras kita sehari-hari sudah mulai membuahkan hasil, mudah-mudahan minggu depan terus membaik, sehingga tingkat hunian tempat tidur (BOR) semakin menurun,” kata Pangdam penuh harap.

Artikel sebelumyaKota Bogor menerima 100 tabung besar gas oksigen dari pemerintah
Artikel berikutnyaAnggota DPR: Yang bertanggungjawab atas kepemilikan obat COVID-19 bisa dihukum berat