Beranda Hukum Pangdam Tanjungpur turut berbela sungkawa atas terjadinya kecelakaan para nelayan KM

Pangdam Tanjungpur turut berbela sungkawa atas terjadinya kecelakaan para nelayan KM

Pontianak (ANTARA) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen Muhammad Nur Rahmad menyampaikan belasungkawa dan duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya beberapa kapal motor nelayan (KM) di perairan Kalimantan Barat, yang mengakibatkan beberapa kapal motor nelayan (KM) di perairan Kalimantan Barat meninggal dunia. orang meninggal. korban.

“Agar Satgas Gabungan tetap melakukan evakuasi dan pencarian dengan semangat, semoga segera ditemukan korban jiwa,” kata Muhammad Nur Rahmad saat meninjau posko evakuasi darurat KM di KSOP Kelas II Otoritas Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). ) Kantor di Pontianak, Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XII/TPR dan pejabat lainnya juga memberikan bantuan kepada personel gabungan yang saat ini sedang berupaya mencari korban kecelakaan CM yang diakibatkan oleh para nelayan tersebut.

Sementara itu, Kepala SAR Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Yopi Haryadi mengatakan, seluruh perahu motor yang karam akibat cuaca buruk diterjang ombak di perairan Kalbar, Selasa (13 Mei). / 7). Malam sampai 17 unit.

“Dari jumlah tersebut, delapan unit CM telah dinyatakan selesai atau ditemukan, dan sembilan unit CM sedang dalam proses pencarian,” katanya.

Dijelaskannya, dengan penambahan satu unit KM yang tenggelam, jumlah ABK yang tewas sebanyak 134, 77 selamat, 42 buron, 10 meninggal dan lima luka-luka. tidak diakui.

Ia menambahkan, Minggu ini, pihaknya bersama TNI-AD dan potensi SAR lainnya mulai melakukan pencarian di darat atau pantai untuk mencari 42 ABK atau nelayan yang tidak ditemukan.

Menurut dia, pihaknya bersama TNI-AD dan calon personel SAR lainnya melakukan pencarian, menyisir pantai hingga ke daratan, karena berdasarkan metode pencarian, kemungkinan korban terjebak di pantai.

“Hari ini kami juga dibantu hingga 20 unit kapal pencari dari berbagai instansi yang terbagi dalam empat sektor pencarian, kemudian melalui LPA Supadio Pontianak mengerahkan satu unit Super Puma Heli dan satu unit pesawat TNI Angkatan Laut milik TNI AL,” ujarnya.

Sehingga, menurut dia, pencarian korban secara optimal dilakukan baik melalui jalur laut, udara, darat maupun pesisir pantai.

Artikel sebelumyaDi Kalimantan Tengah, pengetatan mikro-PMQM merambah ke sejumlah kabupaten
Artikel berikutnyaDIY Luncurkan Distribusi Beras PPKM Darurat