Beranda Warganet Pakar: kekebalan alami penyintas COVID-19 bertahan hingga 12 bulan

Pakar: kekebalan alami penyintas COVID-19 bertahan hingga 12 bulan

Jakarta (ANTARA). Kekebalan alami yang terbentuk dalam tubuh penyintas COVID-19 bisa bertahan tiga hingga 12 bulan setelah dinyatakan sembuh, kata seorang spesialis paru.

“Studi mengenai durasi kekebalan pada penyintas COVID-19 telah dilakukan di banyak negara. Hasilnya sangat bervariasi,” kata Erlina Burhan, Ketua Pokja PDPI Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dari Media Group. pelatihan obat dan vaksin yang diselenggarakan oleh BPOM kemudian pada hari Selasa melalui Zoom di Jakarta.

Erlina mengatakan survivor memiliki antibodi yang terbentuk secara alami karena faktor pertahanan tubuh terhadap serangan virus.

Jumlah antibodi yang dihasilkan tidak bertahan lama, tergantung beratnya kondisi pasien.

“Seiring waktu, kekebalan alaminya akan semakin menurun,” katanya.

Spesialis paru-paru dari Unit Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Pernafasan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan durasi kekebalan alami berkisar antara tiga hingga 12 bulan. “Tapi rata-rata delapan bulan. Tapi lihat lagi kalau dia sakit,” ujarnya.

Jika pasien COVID-19 sakit ringan, maka antibodi yang terbentuk juga akan sedikit. “Sebaliknya,” kata Erlina.

“Makanya vaksinasi terhadap COVID-19 bagi survivor menjadi prioritas dalam tiga bulan ini,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa memvaksinasi korban dalam waktu dekat tidak akan menimbulkan ancaman bagi keselamatan pasien. Pasalnya, ketentuan ini didasarkan pada terbatasnya jumlah vaksin di dalam negeri.

“Faktanya, vaksinasi terhadap survivor tidak berbahaya. Kenapa benchmark-nya ditetapkan tiga bulan, dan sekarang dipromosikan lebih dari satu bulan, arahnya ketersediaan vaksin yang terbatas,” ujarnya.

Namun, Erlina mengingat sampai yang selamat mengalami panjang COVID-19, yang berarti vaksinasi dapat dilakukan dan tidak berbahaya. “Jika mereka yang dirawat selama tiga bulan dan memiliki gejala ringan bisa divaksinasi dalam waktu satu bulan,” katanya.

Artikel sebelumyaKelompok operasional Pamtas memberikan pengobatan gratis di perbatasan dengan Kalimantan Barat
Artikel berikutnyaTangerang percepat vaksinasi di RT/RW setelah keluar dari wilayah metropolitan