Beranda Warganet Otoritas Kesehatan Maluta mengakui bahwa vaksin COVID-19 baru mencapai 21,8 persen.

Otoritas Kesehatan Maluta mengakui bahwa vaksin COVID-19 baru mencapai 21,8 persen.

Ternate (ANTARA) – Dinas Kesehatan Maluku Utara (Malut) mengakui pengenalan vaksin COVID-19 di daerah itu masih di bawah target hingga saat ini, yakni baru mencapai 21,8 persen atau 207.695 peserta.

“Memang tersebarnya berbagai informasi menyesatkan tentang dampak vaksin dan kurangnya dukungan dari pemerintah daerah terkait vaksinasi, mengakibatkan angka vaksinasi di Maluku Utara masih 21,8 persen,” kata anggota Data dan Teknologi Informasi ini. Satgas Covid-19 Maluku Utara Dr Rosita Alkatiri berkunjung ke ANTARA di Ternate, Sabtu.

Dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, Kota Ternate memiliki angka vaksinasi yang cukup tinggi, mencapai 48.663, atau 32 persen, dengan yang terendah adalah Kabupaten Halmahera Barat (total 12,8 persen) dan Kabupaten Pulau Taliabu (12 , 8 persen, atau sebanyak 5.333 orang). yang berpartisipasi. Vaksin covid19.

Oleh karena itu, ia mengusulkan strategi daerah untuk menerbitkan peraturan internal melalui arahan dari bupati/walikota untuk mempercepat vaksinasi di semua tahapan, termasuk di bidang pendidikan, untuk menekan maraknya COVID-19.

Sedangkan untuk remaja, sejauh ini baru 6,5 persen atau 9.453 anak usia 12 hingga 17 tahun yang telah divaksinasi COVID-19 di 10 kabupaten/kota di wilayah Malut.

Ia menyebutkan Halmahera Utara dengan 1119 orang berada di urutan kedua, Halmahera Timur – 989 orang, Pulau Morotai – 974 orang, Kepulauan Tidor – 669 orang, Kepulauan Sula – 489 orang, Halmahera Barat – 497 orang, Halmahera Selatan – 268 orang, Halmahera Tengah – 268 orang. Halmahera – 225 orang dan Pulau Taliabu 45 orang.

Sementara di kalangan ibu hamil, hanya 35 orang atau 0,1 persen yang terbanyak di Halmahera Utara – 12 orang, serta di Halmahera Timur dan Pulau Morotai – tidak ada yang mengikuti vaksin COVID-19.

Oleh karena itu, Gugus Tugas COVID-19 bersama TNI/Polri Maluku Utara terus berupaya meningkatkan jumlah vaksinasi untuk anak dan remaja guna menekan peredaran virus COVID-19.

Artikel sebelumyaNasDem Perkuat Mesin Partai untuk Menangkan Pemilu 2024
Artikel berikutnyaJK Minta Pengurus Masjid Tingkatkan Kewaspadaan