Beranda Hukum Orang asing di ladang ilegal di Tanah Bumbu menerima visa ahli

Orang asing di ladang ilegal di Tanah Bumbu menerima visa ahli

Banjarmasin (ANTARA) – Kepala Pelayanan Imigrasi Kelas II TPI Batulikina mengatakan dua warga negara asing (WNA) asal China berinisial LS dan LZ, yang ditahan Polres Tanah Bumbu di lokasi penambangan batubara ilegal, mendapat visa ahli. , yaitu indeks Visa C312.

“Sesuai Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), dua orang asing terdaftar sebagai pemegang izin tinggal terbatas (ITAS), bekerja dengan indeks C312, bekerja untuk PT Sarabakawa,” jelasnya, Rabu di Batulikin.

Meski hasil konfirmasi dengan perusahaan yang diwakili Beni Saputra secara sah menjelaskan bahwa kedua WNA tersebut memang TKA di PT. Sarabakawa.

Dijelaskan, pada hari kejadian, WNA tersebut berada di areal tambang PT. Namun, Sarabakawa dikabarkan tidak terlibat dalam kegiatan penambangan.

Adapun PT. 86, kata Benny Saputra PT. 86 adalah kontraktor dari PT. Sarabakawa, yang mencakup semua kegiatan pertambangan.

Sehingga pada saat kejadian, orang asing tersebut hanya memantau pekerjaan yang dilakukan oleh staf PT. 86 dan tidak sedang melakukan penambangan sama sekali ketika polisi Tanah Bumbu menangkapnya.

Diketahui, usai penangkapan dua WNA pada Senin malam (22/11), tim imigrasi langsung mengonfirmasi dan meminta keterangan ke polisi.

Hasil keterangan penyidik ​​menjelaskan bahwa dua WNA bersama tiga warga lainnya, D.G. (28), warga Batam, AR (33), warga Kotabaru dan S.R. (35), warga Tanakh Bumbu, diduga melakukan penambangan di luar konsesi tambangnya di Desa Mangkal Api, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Di tempat kejadian, polisi menyita barang bukti sembilan ekskavator, dua buldoser, 14.360 dump truck, dan enam 420 dump truck.

Artikel sebelumyaPolres Malang Tetapkan Tujuh Tersangka Pelecehan Anak
Artikel berikutnyaKejaksaan Kalbar siap membantu Telkom di ranah sipil dan TUN