Beranda Hukum Ombudsman mengatakan ada potensi salah urus polisi terkait plat Arteria.

Ombudsman mengatakan ada potensi salah urus polisi terkait plat Arteria.

Jakarta (ANTARA). Ketua Ombudsman RI Moh Najih mengatakan ada potensi salah urus polisi terkait pelat nomor polisi khusus yang digunakan pada sejumlah kendaraan milik anggota Dewan Arteri Dahlan.

“Ada potensi mismanagement di lingkungan kepolisian,” kata Naji saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Najih, ada potensi salah urus jika tingkat urgensi dan kebutuhan penggunaan plat nomor polisi tidak sesuai.

Dijelaskannya, yang biasa digunakan nomor mobil polisi khusus TNI adalah nomor yang ditetapkan karena kekhususannya sebagai nomor dinas, seperti halnya mobil pemerintah berplat merah.

Kendaraan dengan nomor khusus tidak boleh digunakan oleh orang yang tidak bertugas di fasilitas tersebut, termasuk polisi, TNI, dan sejenisnya.

“Kecuali nomor satpam yang berwarna hitam,” katanya.

Dalam kasus Arteria Dahlan, Nadji mengatakan perlu dipastikan apakah yang bersangkutan pernah menggunakan kendaraan milik polisi untuk tujuan tertentu.

Menurut dia, untuk pelat nomor Arteria Dahlan, penggunaannya tidak tepat, karena pelat nomor itu untuk inventaris kendaraan milik dinas kepolisian. Apalagi jika Anda menggunakan lebih dari satu kendaraan.

“Jika terbukti dia memberikan register atas nama yang bersangkutan, ini bisa menyebabkan manajemen polisi yang buruk,” kata Naji.

Sebelumnya, Brigjen Paul Ahmad Ramadan, Kepala Biro Penerangan Humas Polri, mengatakan plat nomor 4196-07 milik Mitsubishi Pajerp Sport Dakar atas nama Arteri Dahlan.

“Sesuai hasil pendataan di Bagian Inventarisasi Polres Slog Pal nomor 4196-07, Mitsubishi Pajero Sport Dakar ditetapkan sebagai pemilik H Arteri Dahlan, ST, SH, MH/DPR RI,” kata Ramadan.

Artikulli paraprakPusat parlemen Indonesia: UU IKN kurang partisipasi publik
Artikulli tjetërPenduduk dengan riwayat perjalanan mendominasi di antara pasien COVID-19