Beranda Hukum OC Kaligis: PP 99 dan Justice Accessor Tidak Dapat Remisi

OC Kaligis: PP 99 dan Justice Accessor Tidak Dapat Remisi

Bagaimana saya bisa menjadi aksesori keadilan dalam sesuatu yang saya tidak tahu.

Jakarta (ANTARA). Terdakwa kasus korupsi, Otto Cornelis Caligis, mengatakan Perppu Nomor 99 Tahun 2012 dan statusnya bukan merupakan pihak dalam kerjasama.petugas keadilan) memaksa pengacara ini untuk tidak menerima remisi, sehingga ia mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Bagaimana aku bisa petugas keadilan untuk hal-hal yang saya tidak tahu sama sekali,” kata O.K. Kaligis dalam sidang perkara Nomor 41/PUU-XIX/2021 yang disiarkan secara praktis oleh MK di Jakarta, Kamis.

OC Kaligis divonis bersalah korupsi dan divonis 10 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan IA Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat.

Karena tidak ada pengurangan atau pengurangan hukuman penjara, pengacara mengajukan uji materi UU No. 12 Tahun 1995 perubahan ke Mahkamah Konstitusi.

Secara khusus, ayah dari aktris Velove Vexia telah mengajukan gugatan terhadap pasal 14 (1) dari Undang-Undang Pemasyarakatan.

Dalam persidangan yang diketuai oleh Dr. F. Suhartoyo dan masing-masing anggota Dr. Pengacara senior Wahiduddin Adams dan Daniel Yusmik P. Fockh menyatakan memang telah mendapat izin untuk menerima remisi, namun terhalang oleh dua hal tersebut.

Surat keringanan itu diserahkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pemasyarakatan Sukamiskin.

“Pada dasarnya remisi itu disetujui, tapi akhirnya ada surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengatakan tidak mungkin saya mendapat remisi,” ujarnya.

Berdasarkan surat PKC, pelapor berpendapat bahwa dia diperlakukan tidak adil dan hak konstitusionalnya dilanggar. Selain itu, dia mengatakan bahwa kekuasaan PKC juga dihentikan setelah kasus Inkrah telah diputuskan.

Padahal, kata dia, temuan DPR tentang PP 99 tahun 2012 adalah petugas keadilan tidak ada dasar hukumnya. Pandangan beberapa anggota DPR disampaikan OC Kaligis dalam keterangannya.

Di persidangan, O.K. Caligis mengaku tidak bersalah atas kejahatan tersebut sesuai dengan putusan Mahkamah Agung. Namun, dia divonis 10 tahun penjara. Sedangkan pelaku utama dalam kasus penangkapannya hanya divonis 2 tahun penjara.

“Saya merasa ada ketidaksesuaian,” kata O.K. Kaligis.

Atas dasar ini, O.K. Kaligis mengajukan gugatan ke MK karena menilai PP 99/2012 bertentangan dengan konstitusi dan TAP No. III Tahun 2000.

Artikel sebelumyaPresiden Jokovi: BOR RS Nasional Turun Jadi 29 Persen
Artikel berikutnyaTim Baharkam Cek Kesiapan Polda NTB Sambut World Superbike Mandalika