Beranda Warganet Nuffic Neso – Komnas HAM Perluas Kasus HAM

Nuffic Neso – Komnas HAM Perluas Kasus HAM

Jakarta (ANTARA) – Organisasi nirlaba Belanda Nuffic Neso bekerja sama dengan Komnas HAM memperkuat kapasitas Resolusi Hak Asasi Manusia (HAM) melalui pemberian StuNed Fellowships.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi Komnas HAM untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengusut pelanggaran HAM berat untuk kepentingan keadilan, sebagaimana disyaratkan oleh undang-undang,” kata Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Rabu.

Beasiswa diberikan kepada 20 pegawai Komnas HAM. Beasiswa diberikan dalam bentuk: Pelatihan individu (Tertegun – TMT) berjudul Membangun kapasitas untuk menangani dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia di Indonesia.

Pelatihan dibuka oleh Ahmad Taufan Damanik dan dihadiri oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuyl dan Adeline Tibakwetira yang selalu menjadi senior project manager Center for International Legal Cooperation (CILC) di Belanda selaku penyelenggara. pelatihan bersama dengan manajemen Komnas HAM.

Pelatihan ini berfokus pada metode investigasi dan investigasi dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia dan pelaporannya dengan mengacu pada pengalaman Belanda. Setelah pelatihan selesai, peserta diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam implementasi roadmap rencana dan proses penyelesaian dugaan pelanggaran HAM.

Pelatihan yang dilakukan secara online (online) ini akan berlangsung dalam dua tahap. Pelatihan tahap pertama akan berlangsung pada minggu ketiga Juli 2021, dan pelatihan tahap kedua akan berlangsung pada minggu terakhir Agustus 2021. Untuk menyesuaikan kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), peserta akan mengikuti pelatihan dari rumah masing-masing.

CILC adalah konsultan hukum yang berbasis di Den Haag, Belanda, dan mendukung perbaikan sistem hukum di negara-negara berkembang di Afrika, Asia, Eropa Tengah dan Timur serta Timur Tengah.

“Untuk pelatihan khusus ini, kami mengundang para ahli di berbagai bidang hak asasi manusia untuk berbagi pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis, termasuk kunjungan virtual ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda,” kata Senior Project Manager CILC Adelina Tibakwetira. …

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuyl, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara pemerintah Belanda dan Indonesia di bidang keamanan dan penegakan hukum.

“Isu pelanggaran HAM berat bukanlah persoalan yang mudah, namun hasil dari pelatihan ini akan menjadi langkah penting untuk membantu menyelesaikan berbagai kasus di Indonesia,” ujar Peter*.

Artikel sebelumyaPemprov Kalteng telah membayar tunjangan kepada tenaga medis sejak 5 Juni lalu.
Artikel berikutnyaKemenag sumbangkan sapi kurban kepada pengurus Masjid Istiklal