Beranda News NasDem: Komite Ad Hoc Garuda Indonesia Lebih Efektif Daripada Jangka Panjang

NasDem: Komite Ad Hoc Garuda Indonesia Lebih Efektif Daripada Jangka Panjang

Kami melihat masalah Garuda bukan hanya soal manajemen.

Jakarta (ANTARA) –

Ahmad M Ali, Ketua Fraksi NasDem DNR RI, menilai pembentukan Pansus Garuda Indonesia (Pansus) lebih efektif ketimbang pembentukan panitia kerja (Panja).

“Panji tidak cukup. Kami membutuhkan pansus untuk melakukan penyelidikan secara komprehensif,” kata Ahmad M. Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Karena itu, fraksinya mendorong pembentukan Pansus Garuda Indonesia.

Ali mengatakan pansus Garuda Indonesia akan memasukkan berbagai komisi, mulai dari Komisi III, V, VI hingga Komisi XI DPR. Kolaborasi berupaya menggali akar masalah secara transparan.

Disebutkan pula bahwa panitia ad hoc Garuda dibentuk semata-mata untuk menyelesaikan sengketa yang ada. Tujuan NasDem semata-mata untuk mengembalikan dan memperkuat kepercayaan Garuda dan dunia terhadap maskapai ini.

“Penting bagi Garuda untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan dunia,” kata Komisi III DPR Komisi III.

Setidaknya menurut Ali, sudah ada tiga fraksi di DPR yang sepakat membentuk pansus Garuda Indonesia. Namun, dia tidak bisa menjelaskan ketiga fraksi tersebut.

Yang jelas, kata dia, Fraksi NasDem akan mengusulkan pembentukan panitia ad hoc untuk Garuda Indonesia pada sidang berikutnya.

“Saya kira fraksi-fraksi yang tidak ikut juga akan mendukung ini,” ujarnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak fraksi di DPR yang mendukung pembentukan Pansus Garuda Indonesia.

“Kami melihat masalah di Garuda bukan hanya manajemen saja,” kata Ali.

Apalagi, Wakil Ketua Umum Partai NasDem itu juga mengatakan bahwa permasalahan yang ada di Garuda Indonesia tidak berdiri sendiri dan sudah muncul sejak lama.

Ali mencontohkan kasus korupsi yang melibatkan mantan presiden dan direktur Garuda Indonesia, Emircia Satar, kemudian pernyataan Rolls Royce yang merujuk pada upaya suap, suap, dan lain-lain.

Masalah lainnya, lanjut Ali, Garuda Indonesia membatalkan sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 karena biaya sewa dan perawatan yang berlebihan. Garuda Indonesia juga tidak dapat mengoperasikan seluruh unit penerbangannya.

Semua masalah ini, kata dia, perlu ditangani. Kepercayaan masyarakat sangat penting, apalagi Garuda Indonesia sudah terkenal di luar negeri.

Artikel sebelumyaKorps Marinir TNI AL menerima predikat WBK-WBBM dari Menpan RB
Artikel berikutnyaSikap DPRD Kota Bogor tetap menuntut BRIN tinggalkan Glow tourism