Beranda Warganet MUI-FKUB Kalbar bersama ormas Islam mengeluarkan pernyataan terkait JAI

MUI-FKUB Kalbar bersama ormas Islam mengeluarkan pernyataan terkait JAI

Pontianak (ANTARA) – Majelis Ulama Indonesia Kalbar (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama bersama ormas Islam, yakni PWNU dan PW Muhamadiyah Kalbar mengeluarkan pernyataan bersama terkait isu Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). di Kabupaten Sintang.

“Pernyataan bersama yang kami buat sehubungan dengan peristiwa 3 September 2021 terhadap JAI Sintang ini merupakan respon dari permasalahan yang ada. Empat poin disuarakan,” kata Ketua MUI Kalbar M. Basri Khar di Pontianak, Kamis.

Empat poin pernyataan bersama tersebut adalah, pertama, aliran Ahmadiyah di luar Islam atau sesat dan menyesatkan karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Untuk itu, pihaknya mengimbau dan mengajak semua pihak untuk memeluk JAI agar kembali kepada Islam yang benar atau lurus melalui proses pendampingan, himbauan persuasif dan dunia tanpa kekerasan.

Kedua, partainya tidak setuju dengan perlakuan Ahmadiyah di Kabupaten Sintang melalui kekerasan dan perusakan. Ketiga, mempercayai dan mendukung pemerintah daerah dan kepolisian daerah Kalbar, serta pihak yang berwenang dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Keempat, mendorong semua pihak untuk menjaga suasana sejuk, aman, damai dan harmonis.

Sebelumnya, MUI Kalbar meminta warga muslim untuk mengutamakan kesopanan dalam menyikapi isu JAI menyusul hancurnya Masjid Ahmadiyah Indonesia di Desa Balai Harapan, Kecamatan Temunak, Kabupaten Sintang, 3 September 2021.

“Mengenai kasus Sintang pada 3 September 2021, MUI mendorong umat Islam untuk memperlakukan Ahmadiyah dengan sopan, non-anarkisme dan kekerasan,” katanya.

Basri meminta pimpinan MUI kabupaten dan kota di Kalbar untuk mencermati perkembangan pasca penghancuran candi JAI di Sintang dan meyakinkan warga muslim di daerahnya masing-masing agar tidak terprovokasi dan terprovokasi.

Ia juga meminta semua pihak menahan diri agar tidak mengaburkan suasana, dan menyerahkan kasus perusakan tempat ibadah JAI kepada aparat penegak hukum.

“Masalah Ahmadiyah dan kerusuhan itu kami percayakan kepada pemerintah dan aparat keamanan atau aparat penegak hukum. Insya Allah, Tuhan beserta kita,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKiat untuk menerjemahkan ide ke dalam proyek pembuatan film
Artikel berikutnyaKisah di balik layar 007 terungkap dalam acara James Bond baru