Beranda Hukum Muarozhambi waspada karena kebakaran hutan

Muarozhambi waspada karena kebakaran hutan

Jambi (ANTARA) – Polres Muarojambi mulai mewaspadai kebakaran hutan dan lahan dan mengimbau seluruh warga untuk tidak membuka atau membersihkan kebun dengan cara dibakar.

“Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan tahun ini, warga Kabupaten Muarozhambi diminta untuk tidak membakar tanah,” kata Kapolsek Muarozhambi Yuyan Priatmaya di Jambi, Provinsi Jambi, Rabu.

Dikatakannya, iklim atau cuaca di Provinsi Jambi beberapa hari terakhir sangat panas, sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak membakar lahan, karena dikhawatirkan lahan akan mudah terbakar, dan pesan kepada petani atau perkebunan. pemilik lahan untuk tidak membuka lahan atau membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih besar.

Polisi hanya dapat mengingat bahwa undang-undang kehutanan menyatakan bahwa pembakaran lahan atau hutan adalah pelanggaran hukum, yang diancam dengan sanksi pidana dan denda sesuai dengan ayat 3 pasal 78 UU 41/1999, yang menjelaskan bahwa kesengajaan kebakaran hutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 15 tahun sebesar Rp 5 miliar.

Sementara itu, pasal 4 pasal tersebut menyebutkan bahwa pelanggar karena kelalaian diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dengan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Selain itu, UU PPL juga menyatakan bahwa pembukaan lahan dengan membakar lahan atau hutan merupakan pelanggaran yang jelas, dan larangan tersebut diatur dalam pasal 69(2)h UU PPL, yang menyatakan bahwa “setiap orang dilarang membuka lahan dengan membakar ” . .”

“Namun, sesuai dengan ayat 2 pasal 69 yang memperjelas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h, kita sangat memperhatikan kearifan lokal di masing-masing daerah, jadi mari kita bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan di Muarozhambi,” ujarnya.

Artikulli paraprakDeputi DPR mengusulkan larangan ekspor bahan mentah "migrain" pertimbangan
Artikulli tjetërWakil Menteri LHK melepas sepasang Owa Gingko di Pekanbaru.