Beranda Warganet Moeldoko mengajak masyarakat bersatu padu melawan COVID-19

Moeldoko mengajak masyarakat bersatu padu melawan COVID-19

Indonesia pulih berkat kita

Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi atas pandemi COVID-19.

Dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu di Jakarta, Moeldoco mengimbau masyarakat untuk tidak pesimis dan meragukan kemampuan Indonesia untuk keluar dari krisis COVID-19.

“Bagaimanapun, pesimisme tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Pesimisme membuat otak kreatif kita buntu, energi kita terkuras,” kata Moeldoco dalam siaran persnya.

Moeldoko juga meminta agar semua pihak mulai meninggalkan perbedaan dan kepentingannya masing-masing untuk merenungkan hal-hal yang dapat berkontribusi bagi kemajuan negara ini.

“Pemerintah tidak menentang kritik, tetapi untuk saat ini, mari kita gabungkan kritik dengan keputusan. Bantu kami berpikir dan bantu kami menyelamatkan masyarakat. Mari bergerak bersama menuju pemulihan,” ajaknya.

Untuk menekan laju penularan virus COVID-19 di masyarakat, Presiden Joko Widodo pada Kamis (1/7) mengumumkan kebijakan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) di 122 kabupaten dan kota di Jawa dan Bali mulai Juli. 3 hingga 20 Juli.

Selama pelaksanaan PPKM Darurat, kegiatan masyarakat di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, transportasi, pariwisata, dan sektor lainnya dibatasi. Pemerintah juga akan memberikan sanksi kepada pelanggar PPKM Darurat di bawah UU Wabah Penyakit Menular dan UU Karantina Kesehatan.

“PPKM darurat merupakan salah satu skenario kontra-proliferasi pemerintah. Mobilitas orang tanpa gejala atau OTG dapat dikendalikan karena orang dengan status OTG berbahaya dalam menyebarkan virus,” kata Moeldoco.

Menurutnya, pemerintah telah berupaya menanggulangi pandemi di segala lini, baik dari sisi realokasi anggaran maupun realokasi anggaran, penyediaan tempat tidur tambahan bagi pasien, suplai oksigen, upaya percepatan vaksinasi, penindakan tegas terhadap pelanggar Darurat. PPKM dan stok obat. dan oksigen.

Moeldoko mengakui pelaksanaan PPKM itu menantang. Menurut pantauan pemerintah, tingkat mobilitas penduduk pada masa darurat hanya turun 30 persen.

Sementara itu, PPKM Darurat hanya akan dianggap berhasil jika mampu mengurangi mobilitas hingga 50 persen.

“Dengan demikian, pemerintah akan terus memperketat MAP Darurat hingga 20 Juli,” kata Moeldoko.

Moeldoko menekankan bahwa kepatuhan seluruh warga negara adalah kunci pemulihan dari pandemi. Dia menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi secara ketat status darurat PMKM.

Ia mengatakan, kebijakan pemerintah untuk mengangkat rem darurat akan berdampak pada perekonomian masyarakat, namun merupakan pilihan yang sulit demi keselamatan masyarakat dan pemulihan bersama.

“Indonesia pulih karena saya, Indonesia pulih karena Anda, dan Indonesia pulih karena kita,” kata Moeldoco.

Artikel sebelumya11 Warga Maluku Tenggara Meninggal Karena COVID-19
Artikel berikutnya"Izin menari" BTS mendominasi iTunes secara global