Beranda Nusantara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan imbau tong sampah fungsi edukasi

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan imbau tong sampah fungsi edukasi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kota Nurbaya Bakar berharap bank sampah juga bisa berperan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah.

“Kalau dulu bank sampah hanya fokus menabung sampah untuk mendapatkan nilai ekonomi, kini diharapkan bank sampah bisa fokus pada fungsi edukasi masyarakatnya,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota saat membuka Rakornas Sampah ke-6. . Bank dilacak secara virtual dari Jakarta pada hari Kamis.

Menko berharap bank sampah dapat mendorong perubahan perilaku sambil terus meningkatkan aktivitas manufaktur dalam ekonomi sirkular.

Diharapkan dengan adanya regulasi yang mendukung perluasan tempat pembuangan sampah, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta dapat mengoptimalkan sumber pendanaan yang ada sebagai bentuk dukungan operasional.

City menegaskan bahwa tong sampah tidak bisa berjuang sendirian, memenuhi fungsinya, itulah sebabnya agenda kemitraan juga penting. Salah satu sumber yang diyakini adalah keberadaan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Untuk itu, ia mengusulkan untuk mendorong pengembangan kapasitas elemen bangsa yang ada untuk pengembangan bank sampah, sehingga bermanfaat bagi pelaku kejahatan dan masyarakat sekitar.

Hal ini penting mengingat peran bank sampah dalam mendorong ekonomi sirkular dan perannya dalam mendukung industri daur ulang dan dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri.

Indonesia sendiri saat ini memiliki 11.566 kontainer sampah yang tersebar di 363 kabupaten/kota. Angka tersebut menunjukkan penambahan sekitar 3.500 unit sejak 2016.

“Pemerintah dan pemerintah daerah dengan tanda-tanda Pengelola prosedur yang baik di dalam negeri dan dengan sistem pemerintahan yang ada harus mendukung dan memfasilitasi upaya kolaborasi antara bank sampah dan pihak ini, ”kata City *.

Artikel sebelumyaMenteri LHK: Pengelolaan Sampah Indonesia Capai 55,96%
Artikel berikutnyaGanjar Akui Fokus Lawan COVID-19 Daripada Pasang Baliho Kepresidenan