Beranda Warganet Menteri Agama akan bertemu dengan menteri Saudi untuk membahas layanan rumah sakit...

Menteri Agama akan bertemu dengan menteri Saudi untuk membahas layanan rumah sakit untuk jemaah

Menteri Haji dan Umrah Saudi sebelumnya adalah Menteri Kesehatan Saudi, jadi ini lebih baik dibahas nanti.

Mekah (ANTARA) – Menteri Agama Yakut Choleel Kumas telah menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Saudi untuk membahas layanan rumah sakit bagi jemaah haji Indonesia.

“Nanti kita bicarakan karena Menteri Haji dan Umrah Saudi sebelumnya Menteri Kesehatan Saudi, jadi lebih baik bicara nanti. Ini adalah informasi untuk percakapan, tetapi saya tidak dapat mengomentari rumah sakit Saudi, ”kata menteri. agama di Mekah, Selasa.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M. Bersama rombongan pemantau haji dan Amirul Haji, Kepala Puskesmas Budi Silvana menyampaikan harapannya agar jemaah haji yang sakit bisa ditangani oleh dokter Indonesia di Puskesmas. Kantor (KHI).

Pasalnya, jemaah haji merasa tidak nyaman saat diberangkatkan dan terpaksa dirawat di rumah sakit Saudi karena terkendala bahasa dan kurang cepatnya pelayanan.

“Ada orang percaya yang kami katakan kehilangan kesadaran, tetapi petugas tidak waspada. Kami protes, tapi ini otoritas Arab Saudi,” kata Budi dalam pertemuan itu.

Karena itu, setelah penilaian tahun ini, semua kasus penyelamatan akan dilakukan di CHI.

“Kami akan mengirimkan dokter lengkap dari dalam negeri. Kami juga sudah mulai melakukan operasi. Ini hanya harapan umat,” katanya.

Dari sisi kesehatan, saat ini ada 100 pasien yang dirawat di KKHI Mekah dan 24 orang telah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Sebagian besar jemaah haji yang dirawat terkait dengan hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan dehidrasi.

Sementara itu, rata-rata 22 calon haji meninggal karena penyakit kardiovaskular sejauh ini.

Artikulli paraprakBPIP: Orang Indonesia akan merindukan keramahan teologis Buya Siafia
Artikulli tjetërBanjir di Banjarmasin, normalisasi sungai jadi prioritas PUPR