Beranda Warganet Menag mengajak mahasiswa untuk berkomitmen menjaga negara sepanjang hayat.

Menag mengajak mahasiswa untuk berkomitmen menjaga negara sepanjang hayat.

Siaga Jiva Raga juga merupakan komitmen seumur hidup bagi siswa.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Yakut Cholil Kumas mendorong mahasiswa untuk memiliki dan mengembangkan komitmen bela negara sepanjang hayat, karena peran santri sangat vital dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

“Ini merupakan bentuk ekspresi sikap mahasiswa Indonesia untuk selalu siap memberikan jiwa raga untuk melindungi negara, menjaga persatuan Indonesia dan membawa perdamaian dunia,” kata Yakut pada upacara pembukaan tahun 2021. Hari Santri Nasional. Hari praktis yang diikuti dari Jakarta adalah Selasa.

Yakut mengatakan bela negara sejalan dengan topik yang diangkat tahun ini, yaitu Santri Siaga Jiva Raga. Mahasiswa adalah aset luar biasa di Indonesia. Menurut para siswa tersebut, bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat.

“Siaga Jiva Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela negara, lahir dari akhlak santri yang santun, rendah hati, berpengalaman dan teguh pendirian,” ujarnya.

Menteri Agama Yakut menekankan bahwa Siaga Jiva berarti siswa tidak mengabaikan ketaatan kesucian hati dan moralitas, memegang teguh iman, nilai-nilai dan ajaran Islam. rahmatan lilalamin dan tradisi luhur bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, kata dia, santri tidak akan pernah membuka jalan bagi ancaman ideologis yang dapat merusak pola pikir dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

Siaga Raga berarti raga, raga, tenaga dan buah hasil karya mahasiswa yang dipersembahkan untuk Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa tidak pernah bosan untuk mencoba dan terus berkarya di Indonesia.

“Dengan demikian, kecemasan psikologis dan fisik sangat penting di era pandemi virus corona (COVID-19) saat ini, ketika siswa tetap disiplin dan tidak harus sembarangan menerapkan protokol kesehatan 5M+1D (pakai masker, cuci tangan, tinggal di rumah). jarak, menjauhi) keramaian, keterbatasan gerak dan doa) untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani mengatakan sejumlah kegiatan yang bertujuan untuk merevitalisasi Hari Santri 2021 antara lain pameran pesantren virtual, lomba mental dan fisik santri yang mencakup VAKSIN. (video aksi Kiai Indonesia – Santry).

Kemudian ada “Surat Santri untuk Presiden dan Menteri”, lomba “Selamat Hari Santri”, “Satu Hari Santry Menjadi Menteri” dan berbagai acara lainnya.

“Di akhir rangkaian acara Hari Santri 2021 akan dilaksanakan upacara bendera pada 22 Oktober 2021,” ujarnya.

Artikel sebelumyaDinas Kesehatan: 90 siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga positif antigen.
Artikel berikutnyaMeneg BUMN Sebut PT KS Untung Rs 800 Miliar Setelah 8 Tahun Rugi