Beranda Hukum Memperingati HUT ke-76 Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Memperingati HUT ke-76 Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo menghadiri “Gala Apresiasi Sukarelawan Vaksin Kemerdekaan” di Jakarta dalam rangka HUT RI ke-76 dan mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan relawan atas komitmennya untuk memerangi pandemi COVID-19.

“Tamu-tamu kami, tolong berdiri, saya izin untuk menunjukkan rasa hormat kepada semua sukarelawan, rekan vaksin, petugas kesehatan, prajurit TNI, Polri yang berada di garis depan perang melawan pandemi Covid-19, dan beberapa rekan kami telah meninggal dunia,” kata Sigit dalam keterangannya. “Malam Apresiasi Sukarelawan Vaksin Kemerdekaan” di Polda Metro Jaya, Selasa.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tiajanto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadykin juga hadir malam ini sebagai ucapan terima kasih kepada para relawan vaksinasi gratis. Penghormatan juga diberikan kepada petugas kesehatan dan relawan yang terlibat dalam perjuangan melawan pandemi COVID-19 yang telah meninggal dunia dalam menjalankan tugas.

Dalam acara tersebut, Sigit menekankan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan kunci bangsa Indonesia yang dapat mengatasi situasi sulit akibat pandemi COVID-19.

<< Kita bisa melalui semua ini dan melewatinya jika kita ingin bersatu, yang dihubungkan dengan kekuatan. Kuatnya rasa kebangsaan, kuatnya rasa persatuan dan rasa cinta terhadap seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” kata Sigit. Beberapa waktu lalu, jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia mencapai 56.000, menurut mantan Kapolda Banten, yang mengarah pada situasi sulit. Dengan demikian, pemerintah pusat telah mengambil kebijakan untuk memerangi dan mengendalikan pertumbuhan virus SARS-CoV-2 yang disebut “gelombang kedua”. Kebijakan tersebut dimulai dari PPKM Mikro, kemudian PPKM Darurat, yang bertujuan untuk mengatur dan mengurangi mobilitas masyarakat sebagai salah satu kunci pengurangan COVID-19, ujarnya. Tidak hanya itu, lanjut Sigit, pemerintah juga meningkatkan tindakan seperti menambah daerah isolasi. Mengingat tingkat BOR saat itu sangat tinggi. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan tempat isolasi baru untuk membantu kapasitas Wisma Atlet Kemayoran. “Ada tempat isolasi baru untuk meningkatkan kapasitas pasien Wisma Atlet, ada Rumah Susun Nagrak Pasar Rumput, kami sudah membangun isolasi terpadu di daerah lain,” kata Sigit. Pemerintah pusat juga meningkatkan tracking dan testing serta treatment atau 3T. Tujuannya adalah untuk menentukan mana yang harus dirawat dengan isoterm dan mana yang harus dirawat di rumah sakit. Tidak hanya itu, kata Sigit, pemerintah pusat melalui menteri kesehatan juga mendorong dan mempercepat vaksinasi massal. Oleh karena itu TNI dan Polri mendukung program percepatan vaksinasi pemerintah. “Kami bekerja sama dengan Pangdam untuk mempercepat vaksinasi massal agar bisa dilakukan lebih cepat,” kata Sigit. Sigit mengatakan target 1 Juli pemerintah Indonesia untuk satu juta vaksin dalam satu hari telah tercapai. Dan sekarang, Presiden Indonesia Jokowi telah menetapkan target untuk memberikan dua juta dosis vaksin dalam satu hari. “Pak Presiden sudah menetapkan tugas akhir bulan sudah mencapai dua juta, tentunya harus ada langkah-langkah untuk mencapai angka tersebut,” ujarnya. Jenderal bintang empat itu mengatakan berbagai strategi vaksinasi telah diterapkan, mulai dari tenda vaksinasi, razia vaksinasi TNI-Polri, vaksinasi keliling hingga menyentuh daerah yang sulit dijangkau. “Dan beberapa waktu lalu, ketika saya mendapat ide bagaimana mempercepat adopsi ide vaksinasi mandiri oleh Kapolres Metro,” kata Sigit. Sigit juga bersyukur target vaksinasi mandiri DKI Jakarta sudah mencapai 100 persen untuk vaksinasi dosis pertama. Padahal, pencapaian ini sudah terjadi sejak 8 Agustus tahun lalu. Sigit mengatakan, tujuan tersebut tercapai melalui pengorganisasian dan kerja keras para relawan, pemerintah daerah dan masyarakat yang mau bahu-membahu untuk mencapai tujuan pemerintah yaitu vaksinasi. “Vaksinasi ini bisa dilakukan di RW paling bawah yaitu 900 RW, kalau tidak salah, dengan dukungan lebih dari 3000 tim relawan. Sehingga prestasi ini bisa diraih,” kata Sigit. Meski begitu, tegas Sigit, hal itu harus menjadi batu loncatan bagi tujuan pemerintah mewujudkan “herd immunity” atau kekebalan kelompok Indonesia sebesar 70 persen. “Acara ini tentunya saya perintahkan kepada seluruh daerah untuk mengulang dan menerima apa yang telah dilakukan Polda Metro Jaya. Agar vaksinasi pemerintah pusat diperkuat TNI, Polri untuk mendukung percepatan vaksinasi di provinsi dan kabupaten dapat berjalan dengan baik, dan percepatan serta hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. Meski DKI mencapai 100 persen dari dosis pertama, Sigit meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menyelesaikan 100 persen dosis kedua. “Tapi saya masih tantang akhir Agustus, awal September, dengan dosis 100 persen kedua. Saya mendorong semua daerah untuk melakukan hal yang sama, kita bahu membahu dan bekerja sama. Kementerian Kesehatan, TNI, Polri mendukung “imunitas” dapat dicapai dengan memvaksinasi 70 persen penduduk Indonesia,” kata Sigit. Pencapaian ini tak lepas dari keterlibatan tenaga kesehatan, relawan, yang menjadi garda terdepan dalam memberikan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia, kata Sigit. “Pada kesempatan ini, saya, Pak Panglima, Pak Menteri Kesehatan, dan para pemangku kepentingan di semua tingkatan, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian para prajurit, tenaga kesehatan, dan relawan terbaik.

Artikel sebelumyaWarga perbatasan mengibarkan bendera sepanjang 168 meter di atap Rumah Betang
Artikel berikutnyaUntuk mencegah kepunahan, masyarakat harus melakukan bagiannya untuk mengatasi krisis iklim