Beranda News Lukhut: Kami semua lelah, tapi jangan hilangkan lelahmu.

Lukhut: Kami semua lelah, tapi jangan hilangkan lelahmu.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjayitan mengakui baik pejabat maupun masyarakat saat ini sudah lelah berjuang melawan pandemi COVID-19, namun rasa lelah itu tidak hilang lagi dengan tidak lagi mendisiplinkan diri mengikuti protokol kesehatan. …

“Saya ingin menyampaikan kepada kalian semua bahwa kita semua lelah, tidak hanya petugas, masyarakat juga lelah, jadi kita tidak boleh menyia-nyiakan kelelahan kita karena kita tidak disiplin,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin. . …

Luhut mengumumkan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, 3, dan 4 di Jawa Bali diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 dengan sejumlah penyesuaian.

“Pemerintah pandai mengangkat isu kehati-hatian. Jangan sampai perbaikan yang kita kerjakan selama ini sia-sia,” tambah Lukhut.

Lukhut mengatakan Presiden Jokovi telah memberikan pengawasan dan kepemimpinan yang memadai dalam memerangi pandemi.

“Dalam pengalaman saya sebagai pegawai TNI, arahan ini memungkinkan keputusan cepat yang tidak dapat dibayangkan orang. Jika melihat proses pengambilan keputusan, bagaimana peran presiden dalam kepemimpinan merupakan langkah yang harus dievaluasi,” kata Lukhut.

Sesuai keputusan rapat kabinet, penilaian PPKM di Jawa Bali dilakukan seminggu sekali, dan di luar Jawa Bali dua minggu sekali.

“Pengolahan di luar Jawa Bali tentu tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Bali karena masalah di sana jauh lebih besar daripada di Jawa Bali, misalnya dalam hal infrastruktur penunjang kesehatan. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengendalikan pandemi. seluruh Indonesia,” tambah Luhut.

Lukhut menjelaskan, struktur penanganan pandemi saat ini sangat baik.

“Karena Presiden yang menjadi panglima tertinggi dalam perang melawan pandemi ini, kemudian mengkoordinir perekonomian, dan saya sebagai panglima daerah atau lapangan, seperti ormas militer, tidak mungkin mengangkat menteri koordinator perekonomian.” Di luar Jawa tidak mungkin. -Bali, dan saya terlibat di Jawa-Bali, menurut saya, ini solusi yang paling tepat,” jelas Lukhut.

Sekali lagi, kata Luhut, tentunya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi dan kesadaran masyarakat.

“Masyarakat saat ini diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi untuk berperan penuh dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker, agar kita semua bisa keluar dari badai pandemi ini,” kata Lukhut.

Kepatuhan terhadap aturan penggunaan masker, menurut Luhut, mencapai 82 persen, naik 5 persen dibandingkan Februari-Maret 2021.

Selain itu, dalam hal peningkatan jumlah tes dan “tracking”, jumlah sampel tes dan orang meningkat sangat signifikan sejak Mei 2021 – hingga 3 kali lipat.

Selain itu, dari sisi “tracking”, keterlibatan TNI dan Polri menambah jumlah kontak dekat yang berhasil “dilacak”.

“Saat ini masih ada pencatatan manual untuk kegiatan ‘tracking’ ini, terutama karena keterbatasan akses internet untuk daerah pedesaan. Silat lebih adaptif untuk “menelusuri” kontak dekat yang semakin hari semakin meningkat,” jelas Luhut.

Artikel sebelumyaAnak Banteng Jawa lahir di Taman Nasional Baluran di depan HKAN
Artikel berikutnyaPPKM di Jawa Bali diperluas, 26 kabupaten/kota hilir