Beranda Nusantara Longsor di Bogor, BNPB Kirim Mobil Satelit dan Pemetaan Cepat

Longsor di Bogor, BNPB Kirim Mobil Satelit dan Pemetaan Cepat

situasi di lapangan benar-benar mendung dan berkabut

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan mesin komunikasi pendukung jaringan komunikasi radio dan internet bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk menangani wilayah yang dilanda longsor di Desa Sipinang, Kabupaten Rumpin, Minggu. .

Selain itu, BNPB mengirimkan Tim Rapid Mapping untuk mendukung BPBD Kabupaten Bogor memetakan dampak dan kerusakan akibat longsor di kawasan tersebut dengan drone, meski cuaca buruk dari pagi hingga hari ini.

“Untuk situasi di lapangan mendung dan berkabut, kami sudah menunggu sejak pagi, tetapi sinar matahari tetap sama,” kata salah satu staf pemetaan cepat Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB (Pusdatinkom) Ardiyan. Rizki Ananda dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut warga sekitar lokasi kejadian, salah satu penyebab longsor bisa jadi disebabkan oleh pemasangan tiang pancang beton yang berfungsi sebagai penahan material longsor di sisi barat dan barat laut tambang gunung andesit ini.

Salah seorang penambang mengatakan, sebelum longsor utama yang terjadi pada Jumat (9/10), pukul 16.00 WIB, terjadi beberapa longsor kecil di tempat ini.

Sedangkan menurut warga sekitar, saat pemasangan tiang pancang beton di atas tanah di sekitar lokasi pembangunan, getaran sering dirasakan. Lokasi longsor merupakan daerah dengan batuan dasar berupa lapisan batuan lempung dengan batupasir yang tererosi.

Jika melihat lanskap wilayah terdampak, masalah pemanfaatan ruang wilayah menjadi masalah utama. Pengerjaan tambang yang meluas hingga ke perbatasan pemukiman membuat lereng tebing setinggi kurang lebih 40 meter itu labil, meski ditambah tiang pancang sebagai perkuatan.

Aturan teknis perkuatan lereng tidak terlihat di lapangan, sehingga terjadi longsor dan merusak beberapa kawasan pemukiman.

Fotografi udara sangat penting untuk memetakan potensi bahaya tanah longsor berikutnya, yang dapat disebabkan oleh hujan lebat dan berkepanjangan. Adanya retakan pada tanah di sekitar pemukiman penduduk akibat longsor yang terus berlangsung meningkatkan potensi risiko longsor susulan jika tidak dilakukan tindakan pencegahan.

Badan Informasi dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengatakan longsor asli terjadi pada 3 Agustus 2021, namun material longsor tidak sampai ke pemukiman penduduk.

Sedangkan dukungan mesin komunikasi Comob adalah untuk mendukung jaringan komunikasi radio dan internet bagi BPBD setempat. Hal ini memudahkan koordinasi dan berbagi data dengan Pusdalops atau pihak lain yang berkepentingan. Saat kombo tiba di lokasi, petugas BNBD sempat melatih petugas BNBD tentang penggunaan kombi.

Kehadiran sisir di lapangan meningkatkan komunikasi antara petugas lapangan dan pusat operasi. Laporan situasi lapangan juga dapat dibuat secara langsung, dan aliran transmisi data peta yang cepat juga dapat ditingkatkan.

Pusdatinkom BNPB berkomitmen hadirnya Comob ini di setiap bencana untuk mengantisipasi masalah komunikasi yang mungkin timbul di lapangan ketika jaringan internet atau sinyal komunikasi umum terganggu.

Berdasarkan analisis peringatan dini pergerakan tanah yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada September 2021, kawasan Rumpin merupakan kawasan berpotensi sedang hingga tinggi dan berpotensi rawan banjir bandang. Sejumlah kecamatan lain di kabupaten ini tergolong pergerakan permukaan sedang hingga tinggi.

BNPB mendesak pemerintah daerah, bersama dengan para pemimpin pertambangan, untuk segera mengambil tindakan kesiapsiagaan, terutama untuk memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di daerah yang mungkin masih rawan longsor selama musim hujan.

Artikel sebelumyaPenerapan ganjil genap efektif menekan mobilitas kendaraan di Puncak
Artikel berikutnyaPolres Banten Batasi Wisatawan ke Pantai Asnieres dan Carita