Beranda News KSP Soroti Pemerintah Terus Kerja Tingkatkan Aplikasi PeduliLindung

KSP Soroti Pemerintah Terus Kerja Tingkatkan Aplikasi PeduliLindung

Untuk memastikan kesehatan pengunjung di lokasi, setiap orang harus memakai PeduliLindung.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintahan Presiden (KSP) menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan terhadap aplikasi PeduliLindung yang saat ini dinilai kurang optimal.

Dalam pertemuan dengan Bupati Kendal Diko Ganindung di Kendal, Jawa Tengah, Rabu, KSP menghimbau kepada masyarakat agar disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindung.

Kepala Ahli KSP Abraham Virotomo, menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, berharap masyarakat tetap disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindung, karena aplikasi tersebut tidak hanya mencegah orang positif merantau, tetapi juga mempermudah. agar pemerintah menginformasikan kepada warga yang mungkin tidak mengetahui bahwa mereka telah melakukan kontak dekat dengan orang yang positif.

Berdasarkan hasil pemantauan sekelompok ahli KSP yang menjalankan fungsi tersebut pemantauan dan mengevaluasi upaya penanggulangan COVID-19 di beberapa kota dan kabupaten, kata Abraham, penggunaan aplikasi PeduliLindung di daerah masih belum optimal.

Masalah teknis pada aplikasi PeduliLindung masih terjadi di daerah dengan akses internet terbatas, seperti Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Bupati Kendal Diko Ganinduto mengatakan penggunaan aplikasi PeduliLindung di daerah belum terpantau secara ketat, sehingga masih belum optimal untuk melacak penyebaran virus tersebut.

“Kesulitannya terkait verifikasi. Untuk memastikan kesehatan pengunjung di situs, setiap orang harus menggunakan PeduliLindungi. Namun, karena ini adalah sesuatu yang baru, aplikasi ini masih banyak digunakan. kesalahankata Diko.

Namun, Diko juga menekankan bahwa aplikasi PeduliLindung telah banyak membantu pemerintah dalam mengidentifikasi dan menemukan komunitas dengan melacak data dan informasi lokasi secara digital.

Karena informasi lokasi pengguna dibagikan saat bepergian, kata dia, akan memudahkan pemerintah dalam memantau dan mendeteksi pergerakan orang yang terpapar COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

“Yang perlu ditingkatkan adalah keberlanjutan. Kekuatan harus bersatu. Jika tempat umum diketahui tidak menggunakan aplikasi PeduliLindung, sebaiknya tempat itu ditutup,” kata Diko.

Artikel sebelumyaBKSDA verifikasi deteksi ikan raksasa di lokasi banjir di Aceh
Artikel berikutnyaWakil Ketua MPR: Laksanakan Gerakan Mencegah Varian Omicron