Beranda Hukum KRI Karambit-627 menangkap kapal nelayan Vietnam di Laut Utara Natuna

KRI Karambit-627 menangkap kapal nelayan Vietnam di Laut Utara Natuna

Jakarta (ANTARA) – Kapal perang TNI AL KRI Kerambit-627 menangkap kapal penangkap ikan berbendera Vietnam yang diduga melakukan illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Laut Utara Natuna.

Komandan Marinir KRI Kerambit-627 Letkol (P) Kurniavan menjelaskan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, penangkapan bermula saat kelompoknya sedang melakukan operasi siaga tempur di laut di bawah kendali Tim Tempur Korps Marinir (Guspurla). Coarmada I di perairan ZEEI Laut Utara Natuna, Rabu (11/8).

“Kami telah menerima sinyal radar bahwa kapal tersebut dicurigai melakukan aktivitas. penangkapan ikan ilegalkata Kurniavan.

Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan pertempuran dan kemudian melakukan peran pemeriksaan dan pencarian dimana KRI Kerabit-627 bersiaga dalam menghadapi potensi ancaman.

“Kami mengejar dan menangkap kapal tersangka, setelah berhasil dihentikan, kami akan terus menyelidiki dan menyelidiki, serta memeriksa kargo, dokumen, dan awak kapal (ABK),” kata Kurniavan.

Pemeriksaan mengungkapkan bahwa kapal itu adalah TG 91115 TS, dan AIS terdaftar CHONGTHANHB358BA1c, sejenis kapal penangkap ikan berbendera Vietnam yang berisi sekitar dua ton ikan campuran dengan Kapten Vung dan tujuh awak. …

Penyelidikan menunjukkan bahwa kapal penangkap ikan Vietnam TG 91115 TS melakukan pelanggaran karena melakukan penangkapan ikan di ZEEI WPPNRI (dalam landas kontinen Indonesia sampai dengan 5 mil laut) tanpa izin resmi dari republik Indonesia. pemerintah.

Berdasarkan bukti awal, kapal penangkap ikan Vietnam TG 91115 TS dan awaknya dibawa ke Lanal Ranai untuk diproses dan diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu, Pangkoarmada I, Laksamana TNI Arsyad Abdullah menegaskan bahwa Koarmada I sebagai komando operasional utama akan terus melakukan operasi maritim dalam rangka menjamin kedaulatan dan hukum di laut di bawah yurisdiksi nasional Indonesia, berdasarkan kebijakan Panglima TNI serta kepemimpinan dan komitmen Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

Artikel sebelumyaKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh menawarkan 4.945 narapidana untuk dibebaskan dari hukuman.
Artikel berikutnyaPolres Surakarta Tangkap 16 Warga Terduga Main Dadu