Beranda Nusantara Komunitas Lombang Luat mengoperasikan koridor orangutan Tapanuli.

Komunitas Lombang Luat mengoperasikan koridor orangutan Tapanuli.

Tapsel (ANTARA) – Warga Desa Luat Lombang, Kabupaten Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara berkomitmen untuk mengelola koridor orangutan Tapanuli agar satwa yang dilindungi ini tetap hidup.

Ketua Kelompok Tani Satahi Hutaimbat, Desa Luat Lombang, Paharddin Simbolon di Tapanuli Selatan, Sabtu mengatakan, pemerintah desa setempat telah meloloskan dan mengesahkan peraturan desa (Perdes) untuk mengelola koridor orangutan di Tapanuli (Pongo Tapanuliensis).

“Dalam Perdes nomor 212/01/7/2021, Kelompok Tani Satahi memperkaya tanaman bernilai ekonomi di kiri dan kanan sepanjang Sungai Kinandang (aek),” katanya.

Bibit pohon yang mereka tanam diharapkan menjadi “jembatan” bagi orangutan Tapanuli yang masih “terbelah” antara Blok Timur dan Blok Barat di bentang alam Batang Toru (koridor Khutaimbaru) dan sebaliknya.

Bibit yang mereka tanam adalah 1200 anakan manggis, 800 bibit durian terbaik, 1000 bibit pinang tepatnya di bentang alam Batang Toru (koridor Hutaimbaru).

“Manggis sebagai tanaman poros koridor ditanam dua baris di sepanjang sungai, dan durian ditanam sejajar dengan manggis sebagai penyangga jembatan koridor untuk satwa yang dilindungi di masa depan.

Selain itu, tanaman yang ditanam dapat memberikan nilai ekonomi tambahan di masa depan, dan juga berguna untuk menambah spesies orangutan Tapanuli endemik untuk makanan.

“Tujuan lain dari pengelolaan koridor ini adalah untuk menjaga keharmonisan atau menghindari konflik antara orangutan dengan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan merawat tanaman yang ditanam dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Irsan Simanjuntak, Direktur Lembaga Sipirok Lestari Indonesia (LSLI), mengatakan pihaknya sangat mendukung Kelompok Tani Satahi yang konsisten mengelola koridor orangutan Tapanuli, khususnya di koridor Hitaimbaru, dengan tujuan mengatur desa.

“Blok barat dan blok timur hutan Batang Toru dipisahkan oleh jalan nasional dan sungai Batang Toru. Dengan menanam pohon, diharapkan pohon tersebut dapat menjadi jembatan bagi orangutan Tapanuli untuk melintasi blok individu,” ujarnya. …

Artikel sebelumyaFoto minggu ketiga Agustus 2021
Artikel berikutnyaRektor UMRAH Peringatkan Limbah Ikan Buruk Untuk Limbah Bauksit