Beranda Hukum Komnas HAM Kunjungi Lapas Yogyakarta Terkait Dugaan Penyiksaan Narapidana

Komnas HAM Kunjungi Lapas Yogyakarta Terkait Dugaan Penyiksaan Narapidana

Jakarta (ANTARA) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan perjalanan langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta (Lapas) untuk mengusut lebih lanjut dugaan penyiksaan terhadap narapidana.

“Minggu ini kami akan langsung ke Yogyakarta dan menggali berbagai informasi sehingga bisa menjelaskan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi,” kata Komisioner Pemantau dan Penyelidik Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Senin.

Anam mengatakan, kunjungan langsung ke Lapas Perawatan Narkoba Kelas IIA di Yogyakarta ini mensinkronkan berbagai informasi yang disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIYogyakarta Budi Argap Situngkir Kommas HAM.

“Pak Budi selaku Kepala Kanwil Kemenkumham DIYogyakarta aktif datang ke Komnas HAM, itu patut kita apresiasi,” kata Anam.

Dalam pertemuan antara Kepala Kanwil Kemenkumham DIYogyakarta dengan Komisioner Komnas HAM itu, berbagai data dihadirkan. Namun, pengungkapan dan informasi tersebut masih bersifat umum.

Informasi tersebut meliputi bagaimana rangkaian kasus dugaan penyiksaan atau kekerasan itu terjadi, bagaimana terjadinya dan langkah atau tindakan apa yang dilakukan, katanya.

“Yang menarik adalah keterbukaan teman-teman dinas daerah Kemenkumkham D.I. Yogyakarta dalam hal ini,” ujarnya.

Menurut dia, di Komnas HAM, Kepala Dinas Daerah Kemenkumham DIY berupaya memberikan semua informasi dan dokumen, termasuk mengundang mereka ke lapangan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Sebelumnya, kata Anam, tidak ada ruang bagi siapa pun yang melakukan tindakan tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia terkait dengan dugaan penyiksaan di Lapas Narkoba Kelas IIA Yogyakarta.

“Cerita rinci yang kami dapatkan jauh dari prinsip panduan,” katanya.

Artikel sebelumyaBMKG mencatat 28 gempa susulan di wilayah Poso
Artikel berikutnyaDensus 88 belum menyelesaikan ledakan bom di Jakarta Barat