Beranda Warganet Kominfo mencatat 250 tempat umum telah mengadopsi aplikasi PeduliLindung.

Kominfo mencatat 250 tempat umum telah mengadopsi aplikasi PeduliLindung.

memudahkan proses tracking dan tracing

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan sekitar 250 tempat umum yang dikelola swasta dan pemerintah telah mengadopsi aplikasi PeduliLindung sebagai upaya melindungi pengunjung dari risiko penularan COVID-19.

“PeduliLindung telah disebar di kurang lebih 250 lokasi, antara lain pusat perbelanjaan, restoran, bank, rumah sakit, hotel dan perkantoran,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin sore.

Johnny mengatakan pemerintah terus memperluas cakupan aplikasi PeduliLindung, meningkatkan sosialisasi penggunaan aplikasi di tempat umum dan meningkatkan protokol kesehatan.

“Diharapkan hingga akhir Agustus sudah ada 500 lembaga publik yang akan melakukan pemeriksaan ini,” ujarnya.

Selama masa uji coba, lebih dari 5,1 juta pengguna menggunakan aplikasi PeduliLindung di mall/mall, kata Johnny.

Menurut Johnny, pemanfaatan PeduliLindung untuk menerapkan protokol kesehatan di mall/mall dilakukan pengunjung dengan melakukan registrasi kunjungan melalui aplikasi PeduliLindung.

Selain itu, petugas mal akan mengecek suhu tubuh pengunjung di pintu masuk dan menerima barcode sesuai riwayat vaksinasi dan tes COVID-19.

Green Barcode bagi pengunjung yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama minimal bukan kasus COVID-19 atau kontak dekat, maka diperbolehkan masuk mall dengan standar Green Prox. Barcode kuning untuk pengunjung yang belum divaksin, bukan kasus COVID-19 dan bukan kontak dekat, bisa juga masuk mall, tapi dengan standar yellow prox.

Terakhir, kata Johnny, ini adalah pengunjung dengan barcode merah yang dilarang masuk mall, bagi pengunjung yang memiliki kasus COVID-19 dan yang melakukan kontak dekat.

“Departemen Kesehatan akan cek acak (pengujian acak) untuk memenuhi persyaratan pelayanan kesehatan dan menanggapi gangguan program kesehatan dan/atau peningkatan kasus,” ujarnya.

Dari sisi tempat ibadah, Masjid Istiklal Johnny telah menggelar salat Jumat di masyarakat sejak Jumat (20 Agustus), mewajibkan umat untuk menunjukkan sertifikat vaksin yang dapat diunduh melalui aplikasi PeduliLindung.

“Selain fungsi penyaringan di tempat umum, PeduliLindung juga digunakan sebagai syarat keberangkatan di bandara,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa aplikasi juga berfungsi untuk mengontrol akses ke terminal (Kontrol akses terminal) dan konter check-in (Kontrol akses ke konter check-in), serta untuk mengontrol proses pemeriksaan kesehatan (Memantau proses pemeriksaan kesehatan) penumpang.

“Proses monitoring menggunakan aplikasi PeduliLindung di bandara akan memudahkan implementasi lokal karena dilakukan secara digital,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Johnny, acara bisa lebih aman, cepat dan nyaman, sekaligus mengurangi kemungkinan menumpuknya antrian dan mendukung penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Selain itu, menggunakan aplikasi PeduliLindung juga memungkinkan dan memudahkan prosesnya pelacakan dan pelacakan jika ada kasus positif COVID-19 di antara penumpang pesawat, agar perlakuan apa yang bisa dilakukan bisa lebih fokus,” ujarnya.

Saat ini 28.627.905 pengguna telah mengunduh aplikasi PeduliLindung melalui Apps Store dan Google Play Store. “Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus melakukan pembenahan PeduliLindung agar masyarakat tidak mengalami kendala dalam menggunakannya, dapat mempermudah dan memberikan rasa aman bagi masyarakat saat beraktivitas,” ujarnya. . dikatakan.

Johnny menegaskan, keselamatan pengguna PeduliLindung menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu, aplikasi ini selalu diperbarui, sehingga data pribadi orang selalu tersimpan dengan aman.

Artikel sebelumyaKemendagri mengajak organisasi akar rumput untuk berinovasi dan mengandalkan teknologi informasi
Artikel berikutnyaKapolri menegaskan ada sanksi di Ligue 1 bagi pelanggar hukum.