Beranda Warganet KLHK perkuat tiga strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan

KLHK perkuat tiga strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan

Jakarta (ANTARA) – Direktur Otoritas Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manullang mengatakan, pihaknya memperkuat tiga strategi berkelanjutan untuk mencegah peningkatan jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi. terjadi di Indonesia.

“Sejak tahun 2020, kami telah memperkuat tiga strategi menuju solusi permanen untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pendekatan analisis, pengendalian operasional, dan manajemen. lanskapBasar mengatakan pada Sinergi Upaya Kebakaran Hutan dan Tanah dalam Mendukung Implementasi NDC Indonesia, yang diadakan di Jakarta, Senin.

Basar mengatakan upaya di bawah pendekatan analitis meliputi analisis iklim, analisis regional, pemantauan cuaca dan perubahan cuaca. Hal tersebut diperkuat oleh angkatannya melalui modifikasi melalui Weather Change Operations (TMC) yang sudah berjalan sejak tahun 2020.

Teknologi perubahan cuaca berguna untuk melembabkan tanah seperti lahan gambut, mencegah kelembaban tanah mengering, membantu mengatasi masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, dapat memadamkan kebakaran lahan yang luas dan besar, serta mengatasi kekeringan, ujarnya. …

Berbeda dengan pengendalian operasional, dalam strategi ini, pihaknya memperkuat deteksi dini dengan bantuan tim operasional terpadu, posko lapangan. Selain itu, kesiapsiagaan kebakaran dilakukan dengan transportasi darat dan udara.

Dikatakannya, selain melakukan pemantauan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan terus menegakkan Undang-Undang Kepentingan Gubernur dan meningkatkan peran masyarakat di lingkungan, seperti Komunitas Pemadam Kebakaran (MPA), yang sadar akan hukum.

Lebih lanjut tentang manajemen lanskapBasar menjelaskan, strategi yang diterapkan antara lain pengendalian pengelolaan lahan gambut, meningkatkan partisipasi praktisi dalam konsesi atau dunia usaha, dan mempertahankan pertanian tradisional yang menggunakan pembakaran lahan.

“Kami telah melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam rangka pembukaan lahan tanpa membakar, serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Basar.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan di bawah tiga strategi tersebut akan dilakukan dalam tiga fase, yaitu pencegahan, pemahaman dan pengelolaan kebakaran hutan dan lahan.

Pada tahap pencegahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan patroli yang komprehensif dan mandiri, mengedukasi masyarakat melalui kampanye informasi, publikasi media dan bekerja sama dengan organisasi keagamaan dalam melakukan kampanye pencegahan.

Ia merinci, pihak yang melakukan patroli terpadu dan mandiri adalah Brigade Manggal Agni yang mempekerjakan 1.875 orang.

Satu brigade memiliki empat hingga lima orang yang bertugas. Namun, Mangala Agni hanya tersebar di tiga provinsi, yakni Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Basar mengatakan, selain meningkatkan patroli dan kampanye terpadu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif antar pihak terkait, melaksanakan operasional TMC dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi tantangan tersebut.

“Sementara tindakan pemadaman kebakaran meliputi pemantauan dan deteksi dini, pemeriksaan tanah hotspot, pemadaman di darat dan di udara. Dengan kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Polri melakukan upaya penghitungan luas kebakaran dan emisi hutan dan kebakaran hutan, serta tindakan penegakan hukum, ”katanya menjelaskan tindakan di dua tahap lainnya *.

Artikel sebelumyaMendagri mengumumkan tim seleksi calon CPU-Bavaslu RI 2022-2027.
Artikel berikutnyaLaNyalla mendistribusikan sembako ke beberapa lokasi di Surabaya.