Beranda Nusantara KLHK: Mengurangi sampah plastik butuh kontribusi publik dan swasta

KLHK: Mengurangi sampah plastik butuh kontribusi publik dan swasta

mereka juga bertanggung jawab atas sampah yang mereka dan masyarakat hasilkan

Jakarta (ANTARA). Ade Palguna, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengatakan pengurangan sampah plastik membutuhkan peran serta berbagai pihak, termasuk sektor publik dan swasta.

“Kami memahami bahwa pengurangan sampah plastik sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi masyarakat dan sektor lain seperti swasta,” kata Ade kepada wartawan di Sukabumi, Selasa.

Sebagai informasi, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia akan mencapai 29,8 juta ton selama tahun 2021.

Dari jumlah tersebut, 17,54 persen merupakan sampah plastik. Sumber sampah adalah rumah tangga 40,88 persen, perdagangan 18,08 persen, pasar 17,34 persen, perkantoran 8,17 persen, fasilitas umum 6,32 persen dan lingkungan sekitar 5,8 persen.

Untuk itu, Ade meyakini pengurangan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kerja sama masyarakat dan swasta, termasuk industri pangan dan home goods.

Ade kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak swasta yang telah berkontribusi dalam berbagai upaya pengurangan sampah plastik, termasuk melalui edukasi masyarakat melalui berbagai program.

“Saya mendukung dan berterima kasih, karena bukan hanya pemerintah yang mampu mendorong semua ini. Setiap orang harus bertanggung jawab atas sampah yang kita buat. Oleh karena itu, tentunya juga harus ada kerjasama dengan pemerintah,” kata Ade. .

Ade berharap kedepannya akan lebih banyak lagi perusahaan swasta yang ambil bagian dalam mengurangi sampah plastik dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang lingkungan.

“Oleh karena itu, perlu lebih banyak lagi (perusahaan swasta) diundang, sehingga mereka juga bertanggung jawab atas masalah sampah yang mereka dan masyarakat hasilkan,” ujarnya.

Diketahui bahwa pemerintah sendiri telah menetapkan tujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik hingga 70% pada tahun 2025, dan pada tahun 2040 tidak boleh ada sampah plastik di lautan.

Artikulli paraprakPKK Kota Bandung Ubah Busana Sampah Jadi Kebaya untuk Kurangi Sampah
Artikulli tjetërBMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Papua Awal 2023