Beranda Nusantara KLHK amankan dua tersangka PT SIPP terkait pencemaran Riau

KLHK amankan dua tersangka PT SIPP terkait pencemaran Riau

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menangkap dua tersangka PT SIPP yang beroperasi di Kabupaten Bengkalis, Riau, karena membuang limbah pencemar ke lingkungan.

“Upaya penegakan hukum terhadap PT Sawit Inti Prima Perkasa (PT SIPP) diduga melakukan pencemaran lingkungan dari kilang minyak sawit,” kata CEO Gakkum Ratio Rido Sani dalam konferensi pers di kantor KLHK di Jakarta, Selasa. .

Dirut Gakkum KLHK menjelaskan, pihaknya memberikan keduanya kepada AN manajer umum dan E.K. selaku direktur PT SIPP sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sehubungan dengan adanya dugaan melakukan tindak pidana lingkungan, karena dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pelampauan baku mutu udara atmosfer, baku mutu air, baku mutu air laut. atau baku mutu kerusakan lingkungan hidup dan/atau melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke lingkungan tanpa izin.

Keduanya terancam 10 tahun penjara dan denda 10 miliar rupee Indonesia, dan kini A.N. diadakan di departemen investigasi kriminal polisi, dan E.K. – Rutan Kelas I Salemba di Jakarta Pusat.

Anton Sarjanto, Kepala Badan Reserse Kriminal Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan penindakan terhadap PT SIPP merupakan lanjutan dari laporan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis.

Perusahaan melakukan beberapa pelanggaran dan dikenakan sanksi administratif oleh pemerintah setempat. Perusahaan juga dicabut izin usahanya.

Namun, terbukti PT SIPP tidak mematuhi sanksi yang dijatuhkan dan tetap bekerja.

Dijelaskannya, diketahui PT SIPP melakukan pembuangan limbah secara langsung, membersihkan fasilitas pengolahan yang tidak sesuai dengan LCL/FSL dan tidak memiliki izin pengelolaan limbah, serta limbah kategori B3.

Selain itu, diketahui juga instalasi pengolahan air limbah (OSOS) PT SIES mengalami kerusakan sebanyak dua kali. Berdasarkan analisis sampel laboratorium, diketahui air sungai juga tercemar.

“PT SIPP sembarangan membuang air limbah ke objek lingkungan,” kata Anton.

Artikulli paraprakBMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Papua Awal 2023
Artikulli tjetërBPBD Bogor mempresentasikan hasil investigasi land shift Bojongkoneng