Beranda Hukum KKP menangkap satu kapal dan empat nelayan asal Myanmar di perairan Selat...

KKP menangkap satu kapal dan empat nelayan asal Myanmar di perairan Selat Malaka

Banda Aceh (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengawas Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Pangkalan Lampulo, Banda Aceh menangkap empat nelayan Myanmar dan satu kapal tanpa bendera negara di perairan Malaka. Selat.

“Empat orang nelayan beserta kapal penangkap ikannya ditangkap karena melakukan illegal fishing di perairan Selat Malaka, Indonesia,” kata Kepala PSDKP Pangkalan Lampulo Banda Aceh Basri di Banda Aceh, Kamis.

Basri mengatakan, penahanan para nelayan beserta kapalnya itu terjadi pada Rabu (28/7) pukul 12.50 WIB oleh kapal patroli KKP KP Hiu 2 bersama Komandan Novri Sangian. Kapal bernama PKFB 1603 dengan berat 34,86 gross ton (GT). Kapal, ketika ditangkap, memiliki bendera bendera nasional.

Basri mengatakan, pada saat pemeriksaan awal, kapal penangkap ikan tersebut menggunakan pukat harimau atau trawl harimau yang dilarang penggunaannya di perairan Indonesia.

Empat nelayan asal Myanmar yang menjadi awak kapal, yakni Vin Oo (32 tahun), nakhoda kapal, tidak memiliki paspor, dan Nai Min (27 tahun), awak kapal, memiliki paspor.

“Dan Zhou Hiet (27), sebagai ABK tidak memiliki paspor, dan Zou Ming (23), ABK, tidak memiliki paspor,” kata Basri.

Menurut Basri, dari pemeriksaan kapal dan awaknya ditemukan pelanggaran, yakni tidak adanya dokumen perizinan yang sah dari pemerintah Republik Indonesia.

“Kapal itu juga menggunakan trawl yang dilarang. Kemudian tidak ada daftar ABK yang menangkap ikan di perairan Selat Malaka di landas kontinen zona ekonomi eksklusif Indonesia,” kata Basri.

Dan juga alat pelacak mayat, yang menunjukkan penghilangan jejak saat menangkap ikan di perairan Selat Malaka di landas kontinen zona ekonomi eksklusif Indonesia.

“Kapal nelayan tersebut kini telah dibawa ke posko PDSKP Langsa bersama empat nelayan asal Myanmar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Basri.

Artikel sebelumyaBalikpapan Penyebab Kasus COVID-19 Terbanyak di Kaltim
Artikel berikutnyaGanjar ajak mahasiswa jadi relawan lawan COVID-19