Beranda Trending Kisah Si Kabayan berubah menjadi serial web.

Kisah Si Kabayan berubah menjadi serial web.

Bandung (ANTARA) – Kisah tokoh asal Jawa Barat, Si Kabayan, akan dijadikan sketsa komedi yang akan ditayangkan di televisi dan jejaring sosial, yakni seri web bertajuk “Kabayan Abad 21” (Millenial Kabayan) yang disusun oleh Yayat Khidayat, akademisi asal Jawa Barat yang juga aktif di dunia politik.

“Aku perlu syuting drama. Yang utama mengubah citra Si Kabayan yang menurutnya sudah menjadi ikon Jawa Barat,” kata Yayat Hidayat di sela-sela syuting lakon di Bandung, Minggu. …

Sebelumnya, berbagai cerita tentang Si Kabayan diangkat, dari cerpen hingga layar lebar, dan tokoh dongeng asal Jawa Barat ini, menurut pembuat cerita, sudah memiliki banyak tokoh.

Yayat mengatakan, selama ini karakter Shi Kabayan identik dengan orang yang tidak baik, seperti lugu, malas dan tidak berpendidikan, meskipun menurutnya karakter ini tidak sesuai dengan masyarakat Jawa Barat yang sebenarnya memiliki banyak sisi positif.

“Dengan sketsa ini, kami ingin menghapus tampilan ikon Jawa Barat. Kami ingin memulihkan Si Kabayan. Jawa Barat ini identik dengan kecerdasan,” ujarnya.

Yayat yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (CPU) Jawa Barat memastikan bahwa Si Kabayan dalam cerita ini adalah sosok yang terpelajar dan bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, selain belajar di universitas, protagonis juga memiliki keterampilan digital yang baik, dengan tidak melupakan budaya lokal.

Selain itu, kata Yayat, lakon Xi Kabayan yang digarapnya merupakan bentuk aktualisasi idealismenya, khususnya dalam membela budaya Jawa Barat.

Selain itu, ia percaya dengan bantuan sinematografi ini akan lebih mudah menyampaikan pesan kepada publik.

“Film ini adalah alat yang paling komunikatif dibandingkan dengan yang lain. Paling disukai semua generasi. Oleh karena itu, untuk transmisi informasi, pengetahuan, sangat tepat jika medianya adalah film,” ujarnya.

Yayat tidak hanya ingin menciptakan kembali karakter Shi Kabayan, tetapi juga berharap lebih banyak orang yang mau melestarikan lingkungan dan budaya.

Hal ini dibuktikan dengan pemilihan lokasi syuting di kawasan yang kaya akan unsur alam dan budaya.

“Kami ingin menyampaikan budaya Sudan ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia. Makanya kami syuting di kawasan ekowisata,” ujarnya.

Ia mengajak semua kalangan, terutama generasi muda, untuk bersama-sama mendukung budaya lokal.

“Kalau bukan karena kita, terutama generasi muda, mau bersama siapa lagi,” ujarnya.

Perlu diketahui, sketsa komedi karya Si Kabayan ini diperankan oleh sejumlah seniman Jawa Barat seperti Key Daus, Seu Edo, Nandi dan Ayu Adella River.

Artikel sebelumyaCasting hiatus, Cameron Diaz merasa kenyang
Artikel berikutnya"Inilah Indonesia", kolaborasi dengan Atta Halilintar, Aurel, KD & DJ BEAUZ