Beranda Warganet Kimia Farma Perluas Distribusi Ivermectin di Jawa Bali

Kimia Farma Perluas Distribusi Ivermectin di Jawa Bali

Azitromisin, oseltamivir, dan ivermectin tersedia di apotek.

Jakarta (ANTARA) – PT Kimia Farma, Rabu, mulai memperluas distribusi obat terapeutik PT Indofarma untuk pasien COVID-19, seperti ivermectin, ke berbagai apotek di Jawa Bali.

“Saat ini ivermectin sudah mulai menyebar di wilayah Jawa Timur, Malanga, Surabaya, dan sedang diupayakan untuk masuk ke Provinsi Bali,” kata Verdi Budidarmo, Direktur Utama PT Kimia Farma, dalam agenda dengar pendapat ( RDP). dengan Komisi VI DPR RI.
pantauan virtual dari Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, sebelumnya, masalah ketersediaan seperti ivermectin yang diproduksi Indopharma menjadi prioritas distribusi di wilayah Jabodetabek.

“Saat ini dalam hal distribusi, azitromisin, oseltamivir dan ivermectin tersedia di apotek,” katanya.

Sementara itu, obat terapeutik COVID-19 jenis lain seperti paviriravir dan remdesivir belum tersedia di apotek karena sejumlah pembatasan.

Sesuai regulasi kefarmasian, kata Verdi, salah satunya ada beberapa obat yang tidak diterbitkan dalam bentuk nomor izin edar, melainkan akses darurat (EUA), yang hanya dapat ditularkan atau didistribusikan di rumah sakit.

“Jadi, beberapa obat tidak tersedia di apotek, misalnya Papipiravir tidak tersedia di apotek karena lisensi EUA dikeluarkan,” katanya.

Kimia Pharma berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan bantuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan fleksibilitas akses terhadap pakipiravir yang dapat dibeli di apotek. “Orang pasti bisa membeli Paviriravir dengan resep dokter,” katanya.

Sementara itu, menurut Verdi, pasokan impor yang dibatasi oleh karantina wilayah di India menjadi kendala pembelian obat seperti Remdesivir.

“Masalahnya adalah ketersediaan produk jadi Remdesivir, di mana ketujuh perusahaan farmasi ini mengimpor dari India, dan proses ini masih berlangsung.karantina di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai solusi, Indofarma bertujuan untuk mengembangkan Remdesivir dalam negeri yang akan diproduksi bekerja sama dengan PT Kimia Farma dan PT Phapros.

“Kami berharap begitu meluncurkan pada bulan September 2021. Kalau tidak sekarang,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKapolda Banten awasi booth vaksinasi di kapal feri
Artikel berikutnyaAkreditasi PTN-PTS Unggul pertama di luar Jawa diraih oleh LL.M dari UMI.