Beranda Trending Kiat untuk menerjemahkan ide ke dalam proyek pembuatan film

Kiat untuk menerjemahkan ide ke dalam proyek pembuatan film

Jakarta (ANTARA) – Produser dan Anggota Akademi Alessandra Pastore membagikan sejumlah tips dan langkah untuk membantu Anda mengubah ide menjadi proyek pembuatan film.

Menurut Pastore, sebuah proyek film tidak bisa diwujudkan sendiri. Film adalah industri yang memungkinkan orang menemukan cerita untuk dijelajahi dan mitra baru untuk bekerja sama, katanya.

“Bioskop adalah industri, jadi Anda harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Film juga bukan industri yang murah, jadi ketika kita benar-benar ingin melakukannya secara profesional, kita harus meneliti cerita otentik yang bersifat pribadi untuk diproses nanti. “Bersama dengan tim,” kata Pastore pada seminar “Europe on Screen” yang ditulis pada hari Kamis.

Selain itu, menurut orang Italia, film adalah media universal yang mampu berbicara dan menyentuh banyak orang di dunia.

“Bagaimana film bisa menjadi ‘bahasa’? Jaga agar cerita kita tetap benar. Universalitas sejarah adalah apa yang membuatnya asli, pribadi, jujur, dan memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Pemirsa akan percaya ceritanya karena nyata dan terasa dekat,” kata Pastore.

Wanita yang juga menjadi pembicara di Torino Film Lab ini mengatakan bahwa ketika mengembangkan sebuah ide, cerita harus menjadi pesan dan kekuatan pendorong bagi tim saat membuat film.

“Pengembangan adalah bisnis profesional dalam membentuk cerita dengan skrip, pengemasan, pendanaan, dan elemen pemasaran sehingga film tersebut diambil dengan cara yang sesuai dengan visi kreatif tim pembuat cerita,” jelas Pastore. …

“Sementara implementasi cerita ini harus masuk akal secara komersial dalam konteks ekonomi, pendongeng harus memastikan bahwa penonton untuk cerita mereka didefinisikan, dipahami, dan dijangkau,” tambahnya.

Ia juga membagi tahap pengembangan menjadi beberapa aspek. Yang pertama adalah aspek kreatif, yang meliputi tim kreatif, genre film, dan segmentasi penonton.

Selain itu, ada unsur legal/hukum yang nantinya akan dikaitkan dengan akses sumber, pemain, dan pencarian lokasi syuting. Elemen ini juga mencakup persetujuan tim dan aktor untuk kemungkinan produksi bersama dengan berbagai pihak.

Aspek selanjutnya adalah masalah keuangan, yang meliputi anggaran, bagaimana membuat pihak lain bekerja sama, dan perencanaan keuangan produksi.

“Hal terakhir yang harus dilakukan adalah memasarkan dan mendistribusikan film. Ini termasuk penyajian dan pengemasan filmnya nanti, lalu distribusi – apakah film ini akan lebih cocok untuk festival internasional atau lokal, dengan mempertimbangkan pendekatan penonton di masing-masing daerah atau negara,” jelas Pastore.

Sementara itu, Europe on Screen (EoS) akan menghadirkan berbagai program online pada acaranya tahun ini. Selain pemutaran berbagai film Eropa, penonton juga dapat mendengarkan diskusi film ini dengan para kreator sebagai bagian dari program Film Talks, yang jadwalnya dapat dilihat di situs resmi EoS dan media sosial.

EoS 2021 akan berlangsung pada 15-27 September.

Artikel sebelumyaTNI AL mendistribusikan sembako para prajurit jaga pulau terluar
Artikel berikutnyaMUI-FKUB Kalbar bersama ormas Islam mengeluarkan pernyataan terkait JAI