Beranda News Ketua MNR Dukung Pembukaan Penerbangan Internasional di 2 Bandara

Ketua MNR Dukung Pembukaan Penerbangan Internasional di 2 Bandara

Saya mendukung rencana pemerintah untuk memulihkan pariwisata dan perekonomian negara.

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung rencana pemerintah membuka kembali penerbangan internasional di dua bandara dalam waktu dekat, yakni Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dan Bandara Internasional Kualanamu di Delhi Serdang, Sumatera Utara.

“Saya mendukung rencana pemerintah untuk memulihkan pariwisata sekaligus perekonomian negara,” kata Bamset dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Meski demikian, Bamset meminta otoritas setempat yang telah membuka penerbangan internasional untuk tetap waspada dengan meningkatkan keamanan dan pengawasan di setiap masuk ke Indonesia, terutama saat melakukan perjalanan internasional melalui udara.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran varian baru virus COVID-19 yang masuk ke Indonesia melalui hub transportasi yang melayani rute internasional.

Selain itu, pemerintah diminta memberlakukan karantina bagi warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia, termasuk warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Hal ini penting untuk mencegah munculnya kasus baru COVID-19 akibat perjalanan internasional, katanya.

Bamset juga meminta pemerintah menyiapkan aturan atau regulasi terkait pelancong internasional, yang meliputi kesiapan kelompok sasaran, ketentuan karantina, penerapan protokol kesehatan, hingga pengujian dilakukan dengan baik dan benar.

Pemerintah dan semua pihak terkait juga harus tetap mewaspadai setiap pelonggaran kebijakan yang ada, terutama kebijakan terkait pembukaan kembali perjalanan internasional, katanya.

“Jangan sampai ada kelalaian yang menyebabkan jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air kembali meningkat,” ujarnya.

Artikel sebelumyabrigade mobil polisi aceh cadangan untuk pasukan dan peralatan
Artikel berikutnya82 persen universitas siap untuk belajar penuh waktu