Beranda News Ketua DPD RI minta pusat percepat pengiriman vaksin ke Jatim

Ketua DPD RI minta pusat percepat pengiriman vaksin ke Jatim

Jawa Timur membutuhkan minimal 4,2 juta dosis untuk vaksinasi booster.

Surabaya (ANTARA) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Indonesia La Nyala Mahmoud Mattalitti meminta pemerintah pusat mempercepat pengiriman vaksin ke Jawa Timur (Jawa Timur) sebagai upaya pengendalian COVID-19 di daerah tersebut.

“Jawa Timur membutuhkan minimal 4,2 juta dosis untuk vaksinasi kedua,” kata La Nyalla dalam siaran pers yang diterima Selasa di Surabaya.

La Nyala juga bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Hofifa Indar Paravanza di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (2/8) malam.

Warga Jatim sangat antusias mengikuti program vaksinasi, katanya, sehingga pemerintah dan kementerian kesehatan harus cepat tanggap.

“Pendistribusian vaksin perlu dipercepat, jangan sampai stok vaksin habis,” kata mantan Ketua Kadin Jatim itu.

Ia juga berharap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim terus mendesak Kemenkes untuk memenuhi kebutuhan vaksin, apalagi vaksin tersebut baru sampai ratusan ribu dosis dalam beberapa batch.

“Dosis vaksin yang dikirim ke Jawa Timur harus ditingkatkan. Selama ini bisa diberikan 2-3 kali seminggu, tapi hanya 200-400 ribu dosis dan harus didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota. Jumlahnya jauh lebih sedikit, ”katanya. dia berkata.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, target vaksinasi secara keseluruhan adalah 31.826.206 yang meliputi tenaga kesehatan, lansia, aparat pemerintah, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta penduduk berusia 12-17 tahun.

Hingga saat ini, 7.680.846 orang atau 24,13 persen telah mengikuti vaksinasi dosis pertama, sedangkan dosis kedua telah mencapai 3.264.208 orang atau 10,26 persen.

La Nyalla mengapresiasi keinginan warga Jatim untuk mendapatkan vaksinasi sangat kuat, bahkan mereka berbondong-bondong ke titik-titik penjualan vaksin.

“Ini harus dimanfaatkan secara efektif oleh pemerintah provinsi dan pusat untuk kekebalan kolektif segera dibentuk,” ujarnya lagi.

Meski ada pembatasan, La Nyala mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksinasi dosis kedua dan bersabar karena jangka waktunya bisa lama.

“Masyarakat sabar dulu, jangan khawatir, mereka pasti dapat vaksin kedua. Pemprov berusaha menghubungi Kemenkes,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu juga.

Artikel sebelumyaFawzi Amro: Komisi XI DPR Tunggu Fatwa MA Soal Calon PPK
Artikel berikutnyaSatgas TNI memastikan patok perbatasan RI-PNG aman dan terpercaya.