Beranda Hukum Kementerian Hukum dan HAM Riau Dukung Tuntutan Pengungsi Afghanistan

Kementerian Hukum dan HAM Riau Dukung Tuntutan Pengungsi Afghanistan

Kami siap membantu sesuai dengan kemungkinan yang kami miliki.

Pekanbaru (ANTARA) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau (Kemenkumham) siap membantu 150 pengungsi asal Afghanistan di Kota Pekanbaru untuk dipindahkan ke negara ketiga (resettlement).

“Jangan berdemonstrasi seperti itu, tetapi lebih baik jika Anda dapat mengungkapkan aspirasi Anda dengan mengirimkan lima perwakilan untuk mengajukan pengaduan. Kanwil Kemenkumham Riau, Ahmad Brahmantyo, Mahmud, di Pekanbaru, Selasa.

Jawaban itu diberikan sekitar 150 pengungsi asal Afganistan di Kota Pekanbaru, yang kembali berdemonstrasi hari ini di depan kantor wilayah Kemenkumham Riau.

Para demonstran terus menuntut hal yang sama seperti sebelumnya untuk dipindahkan ke negara ketiga.

Kepala Bagian Tata Usaha Cabang Daerah Riau-Kemenkumham meminta para demonstran menulis surat resmi untuk diteruskan ke dinas terkait.

“Kami siap membantu sesuai kemampuan kami, silahkan tulis surat resmi agar bisa kami teruskan ke dinas terkait nanti,” kata Brahmantyo.

Ianto Ardianto, Kepala Rumah Tahanan Imigran Pekanbaru yang mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa, mengatakan Rudenim sebagai unit kerja yang berfungsi mengawasi orang asing, mengirim 21 orang ke Jakarta untuk wawancara selama tahun 2022. .

“Bahkan besok, 3 orang lagi akan dikirim. Ini bentuk pengaduan Anda akan didengar dan diambil tindakan,” kata Ianto Ardianto.

Berteriak “Bantu kami! Bantu kami!” Para pengunjuk rasa yang terdiri dari berbagai kelompok umur memulai aksi unjuk rasa dengan berbaris bersama dari lapangan MTQ Purna menuju gedung kantor wilayah Kemenkumham Riau.

Kodadad Gulami, perwakilan pengunjuk rasa, melanjutkan pesan yang disampaikan Kepala Daerah Kementerian Hukum dan HAM Riau kepada pengunjuk rasa.

“Kami hanya meminta agar kami didengar dan ditolong, agar kami dipindahkan ke negara ketiga agar kami dapat menjalani kehidupan yang layak sebagai orang yang bebas dan orang yang memiliki hak asasi manusia. Kami bahkan melakukan aksi duduk di depan kantor UNHCR di Panama selama lebih dari 40 hari, sehingga semua keluhan kami dipertimbangkan, tetapi belum ada tindakan, ”kata pengungsi lainnya, Arif Alizade.

Artikulli paraprakPolisi Serang menangkap tersangka yang membuang bayi ke tong sampah
Artikulli tjetërPeneliti: Keterwakilan perempuan meningkatkan peluang partai politik baru