Beranda Hukum Kementerian Agama Lebak mengoptimalkan pengembangan pondok pesantren untuk mencegah terorisme.

Kementerian Agama Lebak mengoptimalkan pengembangan pondok pesantren untuk mencegah terorisme.

Kami percaya bahwa tidak ada pesantren di sini yang mengajarkan radikalisme atau kekerasan.

Lebak (ANTARA) –

Kementerian Agama Provinsi Lebak, Banten, mengefektifkan pembangunan pondok pesantren untuk mencegah penyebaran doktrin tentang terorisme dan radikalisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
“Hingga hari ini, kami belum menemukan satu pun pesantren yang menyebarkan terorisme dan radikalisme,” kata Lebak Sudirman, Kepala Departemen Kementerian Agama di Lebak, Senin.
Akibat perkembangan pesantren di Wilayah Lebak, tercatat 1.094 lembaga yang tersebar di 28 kecamatan, masih berhasil melaksanakan kegiatan pendidikan untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Sebagian besar pesantren tradisional Salafi juga memiliki fasilitas berbahasa Inggris yang modern.

Namun, masih belum ada pesantren yang menolak atau mengembangkan doktrin terorisme dan radikalisme.

Pesantren ini memberikan pendidikan agama Islam sesuai dengan kurikulum Kementerian Agama serta kurikulum yang sesuai untuk pesantrain.
Dikatakannya, pondok pesantren yang memiliki kurikulum sendiri merupakan pesantren Salafi dengan model pengajaran listening dan reasoning yang belajar membaca Al-Qur’an dan hadits serta fasih berbahasa Arab.
“Semua pesantren mengembangkan ajaran Islam yang baik dan benar berdasarkan Al-Qur’an dan hadits,” jelasnya.
Menurutnya, pondok pesantren dijalankan oleh Kementerian Agama Lebak melalui konsultan sementara maupun konsultan fungsional berstatus pegawai negeri sipil yang bekerja di masing-masing Direktorat Urusan Agama (KUA).

Penyuluh ini, selain mempromosikan pendidikan agama Islam, juga menyampaikan nilai-nilai patriotisme dan cinta NKRI.

Selama ini, menurutnya, keberadaan ponpes sangat digemari oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berpedoman pada ideologi Panchasil.
Dengan demikian, masih belum ada satu pesantren pun di daerah ini yang memunculkan paham sesaat seperti terorisme dan radikalisme.

“Kami mendorong pondok pesantren untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan agamis,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lebak (MUI) KH Ahkmad Khudori mengatakan hingga saat ini pondok pesantren dapat berperan aktif dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme.
Tersedianya publikasi cetak pondok pesantren untuk mendidik anak negeri yang memiliki ilmu agama Islam, serta berakhlak mulia.
MUI Lebak menjamin pondok pesantren di Lebak tidak akan mengembangkan radikalisme atau terorisme, karena ajaran agama melarang radikalisme dan terorisme, bahkan tindakan tersebut haram.
Islam di dunia adalah agama rakhmatan lil alamin cinta damai, kerukunan, saling menghormati dan toleransi antar perbedaan keyakinan agama, suku, suku, budaya dan bahasa.

“Kami yakin tidak ada pesantren di sini yang mengajarkan radikalisme atau kekerasan,” katanya.

Artikel sebelumyaPada Senin, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan berawan.
Artikel berikutnyaPKC memanggil empat anggota DNRD Muara Enim