Beranda Warganet KemenPPPA Inspeksi Apartemen Jakarta Selatan Selidiki Kasus Pelacuran Anak

KemenPPPA Inspeksi Apartemen Jakarta Selatan Selidiki Kasus Pelacuran Anak

Jakarta (ANTARA) – Deputi Bidang Perlindungan Anak Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Nahar dan Badan Pengelola Rumah Susun Daerah Jakarta Selatan meninjau rumah susun yang menjadi lokasi tindak pidana perdagangan anak.

“Semua pihak menyayangkan adanya unsur-unsur yang menjadikan apartemen tersebut sebagai TKP perdagangan anak, yang secara tidak langsung menyebabkan ketidaknyamanan pengelola dan penghuni tetap,” kata Nahar dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Pemeriksaan juga melibatkan Komisaris KPAI Ai Maryati Solihah, Pemprov DKI, UPTD P2TP2A DKI, dan Aparat Polres Jakarta Selatan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Nahar dan sejumlah pihak terkait membahas langkah tindak lanjut tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang marak dan berulang di apartemen.

KemenPPPA ingin mengapresiasi salah satu Dewan Pengelola Apartemen Jakarta Selatan yang berusaha mencegah perdagangan anak (prostitusi anak) dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aturan sewa apartemen, terutama larangan sewa harian yang diduga ilegal. sewa celah untuk penjahat API.

Kemudian menandatangani pakta itikad baik untuk agen persewaan dan agen pelatihan tentang keamanan dan kenyamanan di tempat tinggal untuk mencegah kasus prostitusi.

“Pemerintah tidak pernah menutup peluang bagi warga negara untuk berinvestasi, berbisnis, atau melakukan kegiatan yang menghasilkan keuntungan, tetapi harus diingat bahwa dalam kegiatan ini prioritas diberikan pada prinsip perlindungan, keamanan, dan kenyamanan anak,” kata Nahar.

Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa hal untuk mencegah terulangnya prostitusi anak, antara lain revisi dan penguatan regulasi, baik di tingkat provinsi melalui Pergub, maupun di tingkat pusat, khususnya mengenai sanksi bagi yang “tidak patuh”. agen, dan perumahan. pemilik yang terbukti mengabaikan kasus prostitusi anak.

“KemenPPPA, KPAI dan pemerintah daerah akan mengirimkan tim untuk bekerja di posko bersama di salah satu apartemen di Jakarta Selatan untuk memudahkan warga melaporkan kasus anak, dan kami berkomitmen untuk melacak kasus tersebut,” ujarnya. .

Selain itu, jika langkah ini terbukti efektif, langkah serupa akan dilakukan di beberapa apartemen lain di Jakarta.

“Kami juga mendukung dan terus mendorong kepolisian dalam penegakan hukum dalam kasus TPPO pada anak, terutama yang sedang ditangani,” tambah Nahar.

KemenPPPA menghimbau seluruh keluarga Indonesia untuk berinisiatif dan meningkatkan pengasuhan anak yang positif sebagai sarana utama mencegah anak dijauhi oleh sindikat TPPO, dan kepada semua pihak untuk meningkatkan literasi digital dan mengenali bentuk TPPO dan eksploitasi untuk melaporkan dan menghindari TPPO berdasarkan informasi sibernetika. kejahatan.

Artikel sebelumyaKubu KLB memberikan kesempatan untuk meninjau kembali suatu gugatan setelah tidak diterima oleh PTUN Jakarta.
Artikel berikutnyaSinyal Gugus Tugas COVID-19 Bogor Mendekati Puncak Tahun Baru