Beranda Hukum Kemenkumham: Promosi Massal Bikin Pemberantasan Judi Online Sulit

Kemenkumham: Promosi Massal Bikin Pemberantasan Judi Online Sulit

Mereka juga dapat menyusup ke situs web milik instansi pemerintah.

Jakarta (ANTARA) – Pejabat Kementerian Hukum dan HAM Apresiasi Promosi Judi on line di jejaring sosial dan aplikasi perpesanan instan, sulit bagi pihak berwenang untuk menghapus situs perjudian online di Internet.

“Banyak pihak yang kesulitan memblokir situs judi. on line karena promosinya masif dan sangat sederhana,” kata Tubagus Erif Faturahman, Kepala Bidang Humas Kementerian Hukum dan HAM, Selasa di Jakarta.

Bahkan, katanya, situs web pendidikan dan pemerintah juga menjadi target utama untuk mempromosikan perjudian online, karena masyarakat umum sering beralih ke situs tersebut untuk mendapatkan informasi tentang layanan pemerintah.

“Kita juga bisa menyusup ke website-website milik instansi pemerintah,” tambah Tubagus Erif.

Menurutnya, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dapat menjerat pelaku kejahatan dan orang yang mendistribusikan konten game dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

“Ya, semua yang didistribusikan melalui platform apa pun, Internet, aplikasi WhatsApp, dapat dikenakan penuntutan,” kata Tubagus Erif.

Selain itu, menurut dia, pengguna dapat menuntut pertanggungjawaban dari penyelenggara sistem elektronik (PSE) jika terjadi kebocoran data.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedi Permadi, melaporkan berbagai kendala pemusnahan situs judi online.

Kendala teknis pertama adalah platform judi online seringkali memiliki nama atau bentuk permainan yang sedikit berbeda dari permainan sebelumnya yang ditutup oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Perjudian, yang diatur secara berbeda di negara lain, menjadikan peretasan platform lintas batas sebagai tantangan teknis kedua.

Sedangkan kendala non teknis yang dihadapi Kemenkominfo adalah ditemukannya perjudian pada platform yang tidak secara khusus menampilkan perjudian dan tidak mengundang banyak pihak untuk bertaruh.

Dedi juga mengatakan bahwa tawaran slot judi online melalui aplikasi messaging WhatsApp juga menjadi masalah lain, karena kontennya bersifat pribadi dan kemampuan pemantauan yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika terbatas pada konten publik.

Berdasarkan data yang dikumpulkan sejak 2018 hingga 4 Juli 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup akses terhadap 525.532 konten perjudian di berbagai platform digital.

Artikulli paraprakBanjir di Banjarmasin, normalisasi sungai jadi prioritas PUPR
Artikulli tjetërYusuf Kalla mendorong peningkatan sumber daya manusia, dimulai dari masjid.